
Pantau - Kementerian Kehutanan melalui Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) bersama tim gabungan berhasil mengendalikan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Resor Sembalun, Taman Nasional Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 01.30 WITA.
Pemeriksaan di areal penanganan tidak menemukan titik api aktif, sementara petugas melanjutkan mopping up atau penyisiran dan pemadaman material yang masih berpotensi kembali terbakar.
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Budhy Kurniawan mengatakan pemantauan tetap dilakukan setelah api berhasil dikendalikan.
“Penanganan karhutla membutuhkan respons cepat dan kerja bersama. Kami mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang bergerak bersama di lapangan. Setelah api berhasil dikendalikan, pemantauan dan mopping up tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang kembali menyala,” ujar Budhy.
Kebakaran Pertama Dilaporkan Warga
Kebakaran pertama kali dilaporkan masyarakat pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 16.48 WITA.
Petugas Resor Sembalun bersama siswa PKL SKMA kemudian melakukan pengecekan dan menemukan tiga titik api aktif di kawasan Maletan.
Tim selanjutnya melakukan konsolidasi dan menyiapkan peralatan untuk mengendalikan serta memadamkan kebakaran.
Sebanyak 22 personel dari TNGR, Masyarakat Mitra Polhut, masyarakat, siswa PKL SKMA, Polsek Sembalun, Koramil Sembalun, dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Lombok Timur terlibat dalam penanganan awal.
Tim memutuskan kembali ke pos pada pukul 19.00 WITA karena perkembangan api dan kondisi lapangan masih dinamis dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan personel.
Berdasarkan pengamatan awal, luas kawasan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 30 hektare, tetapi angka tersebut masih dalam proses konfirmasi.
Vegetasi yang terbakar didominasi semak, perdu, dan liana, sedangkan perkembangan kebakaran turut dipantau menggunakan drone.
Puluhan Personel Dikerahkan dalam Operasi Lanjutan
Operasi pemadaman dilanjutkan pada Sabtu sekitar pukul 00.15 WITA dengan tim gabungan yang dipimpin Kapolres Lombok Timur bersama Kepala SPTN Wilayah II bergerak menuju lokasi kebakaran di Dalem Petung.
Sebanyak 35 personel dari Balai TNGR, Polres Lombok Timur, Polsek Sembalun, Balai Dalkarhut Seksi III Mataram, dan siswa PKL SKMA terlibat dalam operasi lanjutan tersebut.
Api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 01.30 WITA dan pemeriksaan petugas tidak menemukan titik api aktif yang masih terpantau.
Petugas tetap melakukan penyisiran dan pemadaman sisa material untuk mencegah bara memicu kebakaran kembali.
Balai TNGR memastikan pemantauan lapangan terus dilakukan sampai seluruh titik api dan bara benar-benar padam.
Kementerian Kehutanan juga mengimbau masyarakat di sekitar Taman Nasional Gunung Rinjani meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan indikasi kebakaran maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
- Penulis :
- Gerry Eka



