
Pantau - Lebih dari 20.000 warga terpaksa mengungsi dari permukiman di sekitar Danau Okanagan, British Columbia, Kanada, setelah kebakaran hutan dan semak belukar di Bald Range meluas cepat hingga menghanguskan rumah-rumah dan mengancam sejumlah kawasan pada Sabtu (8/8/2026).
Kebakaran yang pertama kali dilaporkan pada Jumat malam (7/8/2026) tersebut merambat menuju Summerland dan Peachland serta meluas hingga sekitar 50 kilometer persegi hanya dalam hitungan jam.
Perintah evakuasi diberlakukan untuk seluruh Summerland yang dihuni sekitar 12.000 orang, sementara sekitar 8.000 warga di dalam dan sekitar Peachland juga diperintahkan menyelamatkan diri.
Api Meluas Cepat, Jalan Dipadati Warga
Kebakaran turut menjangkau permukiman kecil Faulder, sementara sejumlah video di media sosial memperlihatkan rumah-rumah terbakar ketika warga meninggalkan daerah terdampak.
Jalan menuju selatan ke arah Penticton dipadati kendaraan warga yang mengungsi untuk menghindari kobaran api.
Petugas informasi darurat Erick Thompson menggambarkan kebakaran tersebut sebagai salah satu yang "bergerak dan meluas paling cepat" yang pernah terjadi di wilayah itu.
Erick bahkan harus meninggalkan pusat operasi darurat untuk mengevakuasi keluarganya sendiri.
"Saya harus meninggalkan pusat operasi darurat untuk menjemput keluarga saya dan membawa mereka keluar dari daerah ini. Kami sedang menuju ke selatan," katanya.
Warga Diminta Segera Mengungsi
Erick meminta masyarakat segera meninggalkan wilayah yang terancam sekaligus memperhatikan warga sekitar yang membutuhkan bantuan untuk melakukan evakuasi.
"Saya rasa tidak perlu dikatakan lagi betapa mengkhawatirkannya kejadian yang menimpa komunitas kita ini bagi semua orang, namun kita harus tetap kuat—demi orang-orang terkasih, dan terutama demi mereka yang membutuhkan bantuan serta dukungan. Jadi, perhatikanlah keadaan tetangga Anda," katanya.
Kebakaran tersebut menyebabkan puluhan ribu penduduk Summerland dan Peachland harus meninggalkan rumah mereka seiring cepatnya pergerakan api di wilayah British Columbia.
- Penulis :
- Gerry Eka



