
Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengaktifkan sistem cadangan untuk menjaga pengaturan lalu lintas dan transportasi tetap berjalan setelah kebakaran Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI berdampak pada operasional pusat kendali Dinas Perhubungan di lantai 16 gedung tersebut.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Pusat Data dan Informasi di MT Haryono telah disiapkan sebagai sistem backup untuk menggantikan sementara fungsi pusat kendali yang terdampak kebakaran.
"Maka dengan demikian kemarin pada saat kejadian saya sudah berkoordinasi dengan Pak Kepala Dinas Perhubungan dan akhirnya kita dan saya sudah menyetujui untuk Pusdatin yang ada di MT Haryono sebagai backup untuk menjalankan itu," kata Pramono di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (9/8/2026).
Pusat kendali Dishub DKI memiliki fungsi penting dalam pemantauan dan pengaturan transportasi secara otomatis, termasuk mendukung pengaturan pergerakan kendaraan bagi tamu Very Very Important Person (VVIP).
Sistem Cadangan di MT Haryono Diaktifkan
Pramono mengatakan pengaktifan sistem cadangan dilakukan untuk memastikan pelayanan transportasi tidak terhenti selama fasilitas utama terdampak kebakaran.
"Supaya tidak mengalami hambatan, maka saya sudah menyetujui untuk backup yang ada di MT Haryono dinyalakan," ucap Pramono.
Gangguan pada pusat kendali membuat sebagian pengaturan transportasi dalam beberapa waktu ke depan tidak dapat dilakukan melalui sistem yang sepenuhnya terintegrasi seperti sebelumnya.
Salah satu dampak yang diperkirakan muncul berada pada pengaturan sejumlah persimpangan yang menggunakan traffic lights dan biasanya dapat dikendalikan secara otomatis maupun dari jarak jauh.
"Yang memang akan sedikit terganggu dalam beberapa hari ke depan ini adalah hal yang berkaitan dengan pengaturan di Dinas Perhubungan, terutama di perempatan yang menggunakan traffic lights," ucap Pramono.
Petugas Dishub Diperkuat di Persimpangan
Pemprov DKI akan memperkuat keberadaan petugas Dishub di sejumlah persimpangan yang membutuhkan pengaturan lalu lintas secara langsung selama sistem utama menjalani pemulihan.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga pelayanan dan menekan potensi gangguan terhadap mobilitas masyarakat di Jakarta.
Pramono menargetkan proses pemulihan seluruh sistem dapat diselesaikan maksimal dalam waktu satu bulan.
"Maksimal tadi pagi kebetulan saya juga sudah dengan Kepala Dinas Perhubungan, mudah-mudahan maksimal satu bulan sudah selesai semuanya," ujar Pramono.
Pemprov DKI berharap penggunaan sistem cadangan dan penambahan petugas di lapangan mampu menjaga kelancaran transportasi selama proses pemulihan berlangsung.
"Tetapi mudah-mudahan tidak akan mengganggu proses transportasi lalu lintas yang ada di Jakarta ini," kata Pramono.
- Penulis :
- Gerry Eka



