
Pantau - PT Pertamina Patra Niaga memperkuat pendampingan pengembangan dan pengolahan hasil laut melalui Program Community Involvement & Development (CID) Kampung Bahari Si Pelaut di Kampung Tua Terih, Batam, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga Sabar Yudo Suroso mengatakan Kampung Bahari Si Pelaut memiliki potensi untuk terus berkembang karena masyarakat mampu mengolah sumber daya pesisir menjadi kegiatan ekonomi produktif.
"Apa yang dikembangkan di sini menunjukkan bahwa dukungan yang diberikan dapat dimanfaatkan menjadi kegiatan produktif, sarana edukasi, sekaligus produk yang memiliki nilai tambah. Potensinya sangat baik dan perlu terus dikembangkan agar manfaatnya semakin luas," kata Sabar dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (9/8/2026).
Program tersebut mendorong kelompok nelayan dan perempuan mengolah hasil laut menjadi sumber pangan, produk usaha, dan tambahan pendapatan keluarga.
Pertamina Patra Niaga dalam kunjungan pada 5 Agustus 2026 juga menyerahkan 1.000 bibit ikan kakap dan 500 bibit ikan nila kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Terihindo Jaya Lestari dan Kelompok Wanita Tani Warisan Lestari.
Pendapatan Kelompok Meningkat
Program Kampung Bahari Si Pelaut melibatkan KUB Terihindo Jaya Lestari, KUB Belian Tuah, Kelompok Wanita Tani Warisan Lestari, serta Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Sukses Bersama.
Kelompok tersebut mengembangkan budi daya ikan kakap, bawal, dan kerapu, budi daya ikan air tawar serta sayuran melalui akuaponik, rehabilitasi mangrove, hingga pengolahan hasil perikanan menjadi berbagai produk usaha.
Pendapatan kelompok nelayan dan UMKM perempuan melalui program tersebut tercatat meningkat dari Rp27,56 juta menjadi Rp68,45 juta atau rata-rata sekitar 40 persen per anggota.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menyampaikan Kampung Bahari Si Pelaut menjadi salah satu program pemberdayaan yang dikembangkan perusahaan bersama masyarakat sekitar wilayah operasi dengan memanfaatkan potensi lokal.
Program tersebut juga mencatat pengelolaan 35,24 ton sampah per tahun, pengurangan emisi sekitar 113,5 ton CO₂-ekivalen per tahun, serta rehabilitasi pesisir melalui penanaman 1.000 bibit mangrove.
Kegiatan itu turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) 14 mengenai Ekosistem Lautan melalui pengelolaan sumber daya pesisir secara berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat.
Produk Olahan Ikan Tembus Malaysia dan Singapura
Ketua Poklahsar Sukses Bersama Dian mengatakan pendampingan yang diterima membuat anggota kelompok semakin percaya diri mengembangkan usaha sekaligus membuka peluang bagi perempuan untuk menambah pendapatan keluarga.
Kelompok tersebut memanfaatkan berbagai bagian ikan, mulai dari kulit hingga tulang, untuk menghasilkan produk bernilai tambah.
Produk yang dihasilkan antara lain keripik kulit ikan tenggiri original dan pedas manis, kerupuk kulit ikan kakap, swiss roll abon ikan, abon ikan, serta penyedap rasa berbahan tulang ikan.
Kepala udang yang sebelumnya tidak dimanfaatkan juga diolah menjadi penyedap rasa, sementara sejumlah produk kelompok kini telah dipasarkan hingga Malaysia dan Singapura.
Ketua KUB Terihindo Jaya Lestari Seno mengatakan pembinaan Pertamina turut membantu nelayan mengembangkan budi daya ikan dalam skala lebih besar.
Melalui inovasi Budidaya Ikan Terintegrasi (BUDITA/Eco-Dita), masa pemeliharaan ikan dapat dipangkas dari 240 hari menjadi sekitar 120 hari sehingga panen lebih cepat dan perputaran modal menjadi dua kali lebih cepat.
- Penulis :
- Gerry Eka



