HOME  ⁄  Nasional

Telur Retak Masih Bisa Dimakan, Ahli Ungkap Kondisi yang Aman dan Risiko Kontaminasi Bakteri

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Telur Retak Masih Bisa Dimakan, Ahli Ungkap Kondisi yang Aman dan Risiko Kontaminasi Bakteri
Foto: Ilustrasi- Telur ayam yang dijual oleh pedagang di salah satu pasar tradisional di Lampung

Pantau - Telur dengan cangkang retak tidak selalu harus dibuang karena keamanannya bergantung pada waktu terjadinya retakan dan kondisi telur, termasuk apakah isinya telah mengalami kebocoran.

Pakar keamanan pangan sekaligus Direktur Alliance to Stop Foodborne Illness Vanessa Coffman, PhD, mengatakan telur yang telah retak sebelum dibeli sebaiknya tidak dikonsumsi karena bakteri dapat masuk melalui cangkang yang rusak.

“Jika retakan terjadi sebelum Anda membawa telur pulang, sebaiknya buang telur tersebut atau jangan membeli kartonnya,” kata Coffman seperti dikutip dari laman Health, Minggu, 9 Agustus 2026.

Sementara itu, telur yang baru retak saat dibawa pulang atau ketika ditangani di rumah masih dapat digunakan dengan syarat segera dimasak hingga matang.

Telur yang retak dan mengalami kebocoran sebaiknya langsung dibuang untuk menghindari risiko kontaminasi.

Retakan Bisa Menjadi Jalan Masuk Salmonella

Coffman menjelaskan telur yang baru retak di rumah juga dapat dipecahkan dan dipindahkan ke wadah bersih, kemudian ditutup rapat serta disimpan di lemari pendingin untuk digunakan dalam waktu dua hari.

Retakan pada cangkang dapat menjadi celah masuknya bakteri Salmonella yang berpotensi menyebabkan keracunan makanan.

Risiko mengalami penyakit yang lebih serius akibat kontaminasi tersebut terutama dihadapi anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Untuk telur yang retak ketika direbus, Coffman menyebut telur umumnya masih aman dikonsumsi apabila sebelumnya dalam kondisi bersih dan segar serta dimasak hingga mencapai suhu sekitar 71 derajat Celsius.

Telur setengah matang yang mengalami retak memiliki risiko lebih tinggi karena bagian kuning telur kemungkinan belum mencapai suhu tersebut.

Bau dan Tampilan Bisa Jadi Petunjuk

Selain memperhatikan kondisi cangkang, bau dan tampilan telur dapat digunakan sebagai petunjuk tambahan untuk mengetahui kelayakannya.

Namun, uji apung tidak dapat dijadikan patokan yang andal untuk menentukan kondisi telur karena telur yang mengapung tidak selalu berarti telah rusak.

Ahli gizi Amy Woodman dari Farmington Valley Nutrition and Wellness mengatakan telur yang masih baik umumnya mempunyai putih telur jernih dan kuning telur berwarna kuning.

Perubahan tekstur berupa putih telur yang semakin encer atau kuning telur yang lebih pipih dapat terjadi seiring bertambahnya usia telur sehingga tidak selalu menunjukkan telur telah rusak.

Telur yang sudah retak dalam waktu lama atau mengalami kebocoran tetap disarankan untuk dibuang guna menghindari risiko kontaminasi bakteri.

Penulis :
Gerry Eka