HOME  ⁄  Nasional

Kemenimipas dan Kemenkes Tingkatkan Layanan Kesehatan di Lapas dan Rutan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemenimipas dan Kemenkes Tingkatkan Layanan Kesehatan di Lapas dan Rutan
Foto: (Sumber :Menteri Imipas Agus Andrianto berbincang dengan Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus saat meninjau kegiatan pemeriksaan katarak dan CKG di Lapas Narkoba Cipinang, Jakarta, Senin (10/8/2026). ANTARA/Laily Rahmawaty.)

Pantau - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) bersinergi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk meningkatkan kapasitas layanan kesehatan di klinik lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan guna mendukung pemeriksaan katarak serta Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi warga binaan dan masyarakat umum.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto mengatakan kerja sama tersebut merupakan langkah strategis untuk memperluas pelayanan kesehatan sekaligus mendukung program prioritas pemerintah.

"Sinergi ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan sekaligus wujud komitmen nyata kita bersama dalam menyukseskan program prioritas pemerintah terkait penyediaan fasilitas kesehatan gratis bagi masyarakat," kata Agus saat meninjau pemeriksaan katarak dan CKG di RSU Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Kemenimipas berkolaborasi dengan Kemenkes dan pihak swasta menyelenggarakan pemeriksaan katarak dan CKG di RSU Pemasyarakatan Cipinang dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut menyasar 81 masyarakat umum, 81 warga binaan, serta petugas pemasyarakatan di wilayah DKI Jakarta dan turut dihadiri Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus.

Agus mengatakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan secara rutin melaksanakan CKG bagi warga binaan setiap bulan sejak program tersebut dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Kemenimipas kemudian meminta dukungan Kemenkes untuk menambah kapasitas fasilitas kesehatan di klinik lapas dan rutan agar pelayanan dapat menjangkau masyarakat sekitar.

"Oleh karena itu, Pak Wamen berserta Ibu Dirjen, kami kemarin buat surat untuk minta supaya klinik-klinik kami yang ada di lapas dan rutan ini ditambah fasilitas kesehatannya sehingga kami bukan hanya bisa memberikan pelayanan kepada warga pembinaan pemasyarakatan, namun juga bisa memberikan pelayanan kepada warga sekitar yang ada di lapas dan rutan seluruh Indonesia," ujarnya.

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menilai pemeriksaan katarak dan CKG yang dilaksanakan Kemenimipas turut mendukung program kerja Kemenkes dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

"Dengan pemeriksaan katarak, lesan mata yang rusak diganti, seseorang bisa melihat lagi sehingga aktivitas hidup kembali berjalan," katanya.

Benjamin mengatakan CKG diperlukan karena sebagian masyarakat cenderung baru mendatangi fasilitas kesehatan ketika sudah mengalami keluhan penyakit.

"Karena melihat kebiasaan orang Indonesia kalau tidak sakit tidak mau ke rumah sakit. Sementara, Presiden menginginkan masyarakat Indonesia berusia 65 tahun tetap sehat," kata Benjamin.

Menurut Benjamin, pemeriksaan kesehatan dapat mendeteksi hipertensi dan diabetes yang berpotensi memicu penyakit lain seperti stroke, gagal ginjal, dan serangan jantung apabila tidak dikendalikan.

"Saya mengusulkan CKG yang hari ini kita lakukan disini, kenapa? Karena hipertensi dan diabetes ini tidak ada keluhannya Jadi penyebab stroke, penyebab cuci darah, ginjal jebol, penyebab serangan jantung, ini karena punya hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol," ujarnya.

Kemenkes hingga kini telah melaksanakan CKG terhadap 73,4 juta masyarakat Indonesia dengan sasaran antara lain menjaga masyarakat usia produktif tetap sehat.

"Tujuan kami agar masyarakat Indonesia di usia produktif dari 19 tahun sampai 59 tahun jangan sakit," ujarnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf