HOME  ⁄  Nasional

Pemkot Jakarta Utara Gencarkan Skrining Tuberkulosis untuk Memutus Rantai Penularan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemkot Jakarta Utara Gencarkan Skrining Tuberkulosis untuk Memutus Rantai Penularan
Foto: (Sumber :Warga Kalibaru, Kecamatan Cilincing mengikuti skrining kesehatan sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit Tuberkulosis. ANTARA/HO-Pemkot Jakut.)

Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Utara menggencarkan penemuan kasus tuberkulosis (TB) melalui pemeriksaan kesehatan dalam kegiatan Active Case Finding (ACF) sebagai upaya mendeteksi penyakit sejak dini dan memutus rantai penularan di masyarakat.

Kegiatan tersebut salah satunya dilaksanakan bersama Puskesmas Kecamatan Cilincing dengan melibatkan 100 warga dalam skrining TB gratis di Kantor RW 010, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Rabu (6/8/2026).

“Kegiatan tersebut menyasar warga yang memiliki riwayat kontak serumah maupun kontak erat dengan pasien TB,” kata Kepala Puskesmas Pembantu Kalibaru dr. Muvinda Yuningrum di Jakarta.

Skrining Menyasar Kontak Erat Pasien TB

Muvinda mengatakan pemeriksaan tersebut menjadi langkah penting untuk menemukan kemungkinan kasus TB sejak dini sekaligus mencegah penularannya di lingkungan masyarakat.

Kegiatan Active Case Finding merupakan tindak lanjut Program Kampung Siaga TB yang melibatkan tenaga kesehatan, pemerintah, kader kesehatan, dan masyarakat.

Selain menjalani pemeriksaan, warga mendapatkan edukasi mengenai gejala tuberkulosis yang perlu diwaspadai, pentingnya pemeriksaan dini, serta kepatuhan menjalani pengobatan apabila dinyatakan positif TB.

Petugas juga mengingatkan pentingnya deteksi dini, terutama bagi masyarakat yang memiliki kontak erat dengan pasien TB.

Pemkot Jakarta Utara mendorong kegiatan serupa tidak hanya berlangsung di satu wilayah, tetapi dapat menjangkau seluruh RW di Kelurahan Kalibaru.

“Ini merupakan bagian dari keberlanjutan Program Kampung Siaga TB. Kami akan mengupayakan kegiatan skrining seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau seluruh RW di Kelurahan Kalibaru,” kata Muvinda.

Masyarakat Diminta Tidak Ragu Memeriksakan Diri

Muvinda mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan penanggulangan tuberkulosis.

Warga yang memiliki kontak erat dengan pasien TB atau mengalami gejala yang mengarah pada penyakit tersebut diharapkan segera menjalani pemeriksaan.

“Semakin cepat ditemukan, semakin cepat pula dapat ditindaklanjuti. Sehingga, pengobatan bisa segera diberikan dan risiko penularan kepada anggota keluarga maupun lingkungan sekitar dapat ditekan,” ujarnya.

Kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat diharapkan semakin kuat untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat serta menekan penularan TB.

“Program Kampung Siaga TB di Kalibaru pun menjadi salah satu upaya untuk membangun kesadaran bersama bahwa pencegahan dan pengendalian TB bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat,” ucap Muvinda.

Penulis :
Aditya Yohan