
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyebut penyelenggaraan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) sebagai bentuk transformasi tata kelola pendidikan dengan mengintegrasikan sejumlah sekolah dalam satu manajemen.
Pernyataan itu disampaikan Pratikno dalam Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Nasional Terintegrasi Angkatan Pertama di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (10/8/2026).
Kegiatan tersebut disiarkan melalui YouTube Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
SNT Integrasikan Manajemen hingga Infrastruktur Sekolah
Pratikno mengatakan pengintegrasian sejumlah sekolah dalam SNT memungkinkan terciptanya koordinasi yang lebih baik antarjenjang pendidikan.
“Intinya Sekolah Nasional Terintegrasi adalah suatu transformasi tata kelola. Jadi mengintegrasikan kelembagaan, tadinya beberapa sekolah menjadi satu manajemen sekolah,” kata Pratikno.
Integrasi tersebut juga bertujuan memastikan keberlanjutan kurikulum dari satu jenjang pendidikan ke jenjang berikutnya.
Selain kelembagaan dan kurikulum, pengintegrasian sekolah dinilai dapat meningkatkan efisiensi pelayanan pendidikan melalui pembangunan dan pemanfaatan sarana serta prasarana secara bersama dan terpadu.
Pratikno mencontohkan lapangan sepak bola dan gedung olahraga (GOR) yang sebelumnya digunakan bersama oleh sejumlah sekolah yang berdiri secara terpisah.
Setelah sekolah-sekolah tersebut terintegrasi, fasilitas itu dapat dikelola sebagai bagian dari satu kesatuan SNT.
Transformasi SNT juga mencakup infrastruktur pendidikan lainnya, termasuk pemanfaatan laboratorium secara terpadu agar fasilitas dapat digunakan peserta didik secara lebih efisien.
“Ada efisiensi pelayanan, lapangan sepak bola bersama antarsekolah SMP dan SMA karena terintegrasi. GOR juga yang digunakan beberapa sekolah yang tadinya dua sekolah menjadi satu sekolah, satu kesatuan. Transformasi infrastruktur termasuk laboratorium dan lain-lain juga, sehingga lebih efisien,” kata Pratikno.
Pratikno Minta Kepala Daerah Kawal dan Perluas SNT
Pratikno menilai integrasi sekolah tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan prestasi akademik peserta didik.
SNT juga diharapkan memberikan ruang lebih besar bagi pengembangan potensi murid di luar bidang akademik, termasuk seni dan olahraga.
Menurut Pratikno, transformasi pembelajaran semakin penting di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung sangat pesat.
Karena itu, ia meminta dukungan pimpinan daerah untuk mengawal penerapan SNT agar program tersebut berjalan optimal.
“Saya mohon dukungan dari para pimpinan daerah untuk mengawal implementasi ini,” ujarnya.
Pratikno juga mengajak kepala daerah yang wilayahnya belum memiliki SNT untuk berpartisipasi dalam pengembangan program tersebut.
Partisipasi pemerintah daerah diharapkan dapat mendorong penambahan jumlah Sekolah Nasional Terintegrasi pada masa mendatang.
“Dan juga kepada Bapak-Ibu kepala daerah yang lain yang belum, mohon untuk berpartisipasi untuk menambah lagi SNT-SNT ke depan,” ujar Pratikno.
Pembukaan MPLS SNT Angkatan Pertama yang berlangsung di SNT 7 Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, turut dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti serta Kepala Kantor Staf Presiden Dudung Abdurachman.
- Penulis :
- Arian Mesa



