HOME  ⁄  Nasional

Saan Mustopa Mendorong Relokasi Warga Ciptamulya Dipercepat dengan Tetap Menjaga Identitas Kampung Adat

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Saan Mustopa Mendorong Relokasi Warga Ciptamulya Dipercepat dengan Tetap Menjaga Identitas Kampung Adat
Foto: (Sumber :Suasana Kampung Adat Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat pasca bencana kebakaran saat dikunjungi oleh Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) Saan Mustopa pada Senin (10/8/2026). Foto: Eko/Karisma.)

Pantau - Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) Saan Mustopa mendorong percepatan rehabilitasi, rekonstruksi, dan relokasi sekitar 51 keluarga terdampak kebakaran di Kampung Adat Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Saan meninjau langsung kondisi warga dan calon lokasi permukiman baru pada Senin (10/8/2026), setelah kebakaran melanda kawasan tersebut pada Sabtu (25/7/2026).

Sejumlah warga hingga kini masih berada di pengungsian, sedangkan sebagian lainnya menumpang di rumah saudara maupun tetangga setelah kehilangan tempat tinggal.

“Ya, kita hari ini melakukan kunjungan dengan Pak Bupati, ada dari Pak Teten Kepala BPBD Jawa Barat, ada Pak Dandim, Pak Kapolres. Kita melihat keadaan pascamusibah, pascabencana. Ini kurang lebih 51 keluarga yang terdampak,” ujar Saan di lokasi.

Relokasi Warga Jadi Prioritas

Saan mengatakan penanganan pascakebakaran telah memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi dengan pembangunan rumah warga sebagai salah satu kebutuhan paling mendesak.

Kondisi permukiman lama membuat pembangunan kembali rumah di lokasi semula tidak memungkinkan sehingga pemerintah menyiapkan relokasi sekitar 500 meter dari kawasan yang terbakar.

“Memang hari ini pascamusibah ini masuk fase rehabilitasi dan rekonstruksi. Nanti untuk membangun fasilitas, terutama yang paling mendesak itu rumah warga, dan juga ada relokasi baru,” kata Saan.

Saan bersama Sesepuh Kasepuhan Ciptamulya Abah Hendrik atau Abah E. Suhendri Wijaya serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Sukabumi kemudian meninjau langsung calon lokasi permukiman tersebut.

Ia menegaskan warga tidak boleh terlalu lama berada di pengungsian maupun menumpang di tempat tinggal kerabat dan tetangga.

“Kita akan coba upayakan semaksimal mungkin agar warga yang terkena dampak bisa secepatnya menempati tempat yang baru. Sementara ini ada di pengungsian, ada di saudara, ada di tetangga. Itu kita tidak boleh dibiarkan berlama-lama,” tegasnya.

Dalam kunjungannya, Saan juga menyerahkan bantuan logistik dan perlengkapan dasar berupa kasur, boks penyimpanan, rak piring, hingga aseupan yang merupakan perlengkapan tradisional masyarakat Sunda untuk menanak nasi.

Identitas Kampung Adat Harus Dipertahankan

Saan menekankan pembangunan permukiman baru harus tetap mempertahankan identitas Kasepuhan Ciptamulya karena kawasan tersebut memiliki tradisi, nilai sosial, dan warisan budaya masyarakat adat.

“Karena ini kampung adat, kampung adat ini salah satu cagar budaya yang memang harus kita jaga. Harus kita jaga secara bersama-sama, harus kita pelihara secara bersama-sama,” ujarnya.

Menurut Saan, pemulihan Kampung Adat Ciptamulya membutuhkan dukungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hingga pemerintah pusat.

“Ini membutuhkan bantuan dari semua pihak. Bukan hanya dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan Provinsi Jawa Barat, tetapi juga tentu dari pemerintah pusat,” katanya.

Saan menyatakan akan membawa kebutuhan masyarakat Ciptamulya ke tingkat pusat untuk dibicarakan dengan kementerian dan lembaga terkait karena bantuan yang diberikan saat kunjungan baru menjadi langkah awal pemulihan.

“Tadi baru memberikan bantuan ala kadarnya. Nanti apa yang menjadi kebutuhan-kebutuhan lain, kita bicarakan secara bersama-sama. Bagaimana cara menanggulanginya,” ujar Saan.

Mitigasi Bencana Sukabumi Perlu Diperkuat

Saan turut menyoroti pentingnya mitigasi bencana di Kabupaten Sukabumi yang memiliki karakter geografis kompleks serta menghadapi potensi longsor, banjir, banjir bandang, kekeringan, hingga kebakaran.

“Memang ini daerah yang relatif kompleks. Maka dibutuhkan ke depan mitigasi. Mana yang bisa dicegah sebelum bencana itu terjadi, mana yang memang bencana tidak bisa kita rencanakan,” kata Saan.

Menurutnya, kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan pengetahuan dan kewaspadaan masyarakat.

“Mitigasi itu penting. Kewaspadaan itu juga penting buat kita semua, buat masyarakat, juga termasuk buat pemerintah,” tegasnya.

Saan berharap kebutuhan mendesak warga dapat segera dituntaskan sebelum pemerintah dan pemangku kepentingan melanjutkan penanganan jangka panjang untuk memulihkan kehidupan masyarakat Kampung Adat Ciptamulya.

“Jadi mudah-mudahan yang paling penting pascabencana ini kebutuhan-kebutuhan yang mendesak dan mendasar ini oleh Abah juga, Kasepuhan Ciptamulya, ini sudah dengan Pak Bupati, dengan pemerintah provinsi, Gubernur, BPBD, ini relatif sudah tertangani. Tinggal yang mendesak-mendesaknya, nah tinggal nanti yang jangka panjangnya,” pungkasnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf