HOME  ⁄  Nasional

Kebakaran Hutan Meluas di Spanyol, Lebih dari 1.000 Warga Terpaksa Mengungsi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kebakaran Hutan Meluas di Spanyol, Lebih dari 1.000 Warga Terpaksa Mengungsi
Foto: (Sumber :Cahaya dari kebakaran hutan menerangi pepohonan dan langit malam di dekat kota La Adrada, Provinsi Avila, Spanyol, pada 26 Juli 2026. Operasi pemadaman terus berlangsung sepanjang malam saat petugas berupaya mengendalikan kobaran api yang mengancam permukiman di sekitarnya. ANTARA/Diego Radames - Anadolu Agency /pri.)

Pantau - Lebih dari 1.000 warga di Provinsi Castellon dan Huelva, Spanyol, terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat kebakaran hutan besar yang terus meluas pada Senin, 10 Agustus 2026.

Sekitar 900 orang dievakuasi dari Kota Cati di Provinsi Castellon ketika petugas pemadam kebakaran berupaya mengendalikan kobaran api di dekat Tirig yang telah menghanguskan lahan seluas 684 hektare.

Kebakaran tersebut menjadi salah satu dari sejumlah titik api yang muncul setelah badai petir kering melanda wilayah itu pada Jumat, 7 Agustus 2026.

Kelembapan udara yang tinggi pada malam hari membantu proses pemadaman, tetapi pihak berwenang masih mengkhawatirkan sisi utara kobaran api yang bergerak menuju Cati karena terdapat lebih dari 60 peternakan hewan di kawasan tersebut.

Kebakaran di Huelva Hanguskan 8.000 Hektare

Kebakaran hutan lainnya yang bermula di dekat Niebla, Provinsi Huelva, pada Kamis, 6 Agustus 2026, telah memaksa 467 warga meninggalkan rumah mereka.

Kobaran api di wilayah tersebut telah membakar area seluas sekitar 8.000 hektare.

Sebagian besar warga yang dievakuasi berasal dari Berroccal, kota yang pernah menjadi pusat kebakaran hutan besar pada 2004 hingga menghanguskan sekitar 34.000 hektare lahan.

Pihak berwenang di berbagai wilayah Spanyol meningkatkan kewaspadaan karena kondisi vegetasi yang kering meningkatkan potensi munculnya kebakaran baru.

Menurut badan cuaca nasional AEMET, sebagian besar wilayah Spanyol menghadapi risiko kebakaran hutan yang sangat tinggi atau ekstrem di tengah cuaca panas berkepanjangan.

Pemerintah Waspadai Aktivitas Masyarakat di Kawasan Kering

Pemerintah juga mengkhawatirkan lonjakan pengunjung ke kawasan perdesaan, pegunungan, dan lokasi alam karena aktivitas manusia berpotensi memicu titik api serta menghambat akses layanan darurat.

“Vegetasi sangat kering, dan percikan api kecil atau tindakan ceroboh dapat memicu kebakaran hutan dengan dampak yang menghancurkan bagi masyarakat, ekosistem, dan warisan alam,” kata Menteri Transisi Ekologi Sara Aagesen kepada media setempat pekan lalu.

Risiko kebakaran antara lain berasal dari puntung rokok dan aktivitas pemanggangan atau barbeku, sementara kemacetan lalu lintas juga dikhawatirkan dapat menghambat pergerakan layanan darurat.

Otoritas setempat mengambil langkah pencegahan dengan membatasi sejumlah kegiatan dan menutup akses menuju lebih dari 100 kawasan alam.

Cuaca panas berkepanjangan turut memperbesar ancaman kebakaran hutan di Spanyol.

AEMET menyatakan Juli 2026 menyamai rekor Juli 2022 sebagai bulan Juli terpanas di daratan utama Spanyol sejak pencatatan nasional dimulai pada 1961.

Suhu rata-rata pada Juli 2026 tercatat mencapai 25,7 derajat Celsius atau 2,6 derajat Celsius lebih tinggi dibandingkan rata-rata periode 1991-2020.

Penulis :
Ahmad Yusuf