
Pantau - Pemerintah Amerika Serikat menyatakan siap membantu Kolombia setelah gempa bermagnitudo 7,4 mengguncang negara tersebut pada Senin, 10 Agustus 2026, dan menewaskan sedikitnya 111 orang.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan pemerintahan Presiden Donald Trump terus memantau perkembangan situasi pascagempa di Kolombia.
"Pemerintahan (Presiden Donald) Trump memantau dengan saksama (situasi setelah) gempa besar yang melanda Kolombia dan siap mendukung rakyat Kolombia dan pemerintahan Presiden (Abelardo de la Espriella)," tulis Rubio melalui media sosial X.
Rubio juga mengimbau warga negara Amerika Serikat yang berada di Kolombia mengikuti informasi dari akun media sosial Kedutaan Besar AS di Bogota.
Kekuatan Gempa Dimutakhirkan Menjadi Magnitudo 7,4
Lembaga Seismologi Eropa-Mediterania atau EMSC sebelumnya melaporkan gempa yang mengguncang Kolombia berkekuatan magnitudo 6,8.
Para seismolog Eropa kemudian memutakhirkan kekuatan gempa tersebut menjadi magnitudo 7,4, sama dengan hasil analisis para pakar Amerika Serikat.
Pusat gempa dilaporkan berada di dekat Kota San Jose del Palmar di wilayah Choco, Kolombia.
Gempa tersebut menyebabkan puluhan bangunan runtuh serta mengakibatkan sejumlah warga tewas dan terluka.
Enam Bandara Sempat Hentikan Operasional
Dampak gempa juga membuat otoritas di enam bandar udara menghentikan kegiatan operasional untuk sementara.
Jumlah korban tewas dalam bencana tersebut dilaporkan telah mencapai sedikitnya 111 orang.
Pemerintah Amerika Serikat melalui pernyataan Marco Rubio menegaskan kesiapan memberikan dukungan kepada rakyat Kolombia dan pemerintahan Presiden Abelardo de la Espriella dalam menghadapi dampak bencana tersebut.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



