HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Siapkan Modifikasi Cuaca untuk Padamkan Karhutla yang Melanda 107 Ribu Hektare

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Pemerintah Siapkan Modifikasi Cuaca untuk Padamkan Karhutla yang Melanda 107 Ribu Hektare
Foto: Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago didampingi Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyampaikan keterangan pers usai rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan di Gedung Utama Kemenko Polkam, Jakarta, Senin 10/8/2026 (sumber: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Pantau - Pemerintah tengah berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah melanda sekitar 107.000 hektare lahan di berbagai wilayah Indonesia melalui operasi udara, pemadaman darat, hingga rencana operasi modifikasi cuaca (OMC).

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago mengatakan OMC menjadi salah satu cara yang dinilai efektif untuk membantu memadamkan kebakaran pada lahan berskala luas.

Namun, pelaksanaan OMC bergantung pada keberadaan awan hujan di sekitar wilayah yang dilanda karhutla.

Modifikasi Cuaca Menunggu Kemunculan Awan Hujan

Djamari menjelaskan pemerintah tidak dapat membuat hujan buatan apabila awan hujan yang menjadi syarat pelaksanaan OMC belum tersedia.

"Tetapi ada satu persyaratan yang harus kita hadapi, yaitu kita harus menemukan awan hujan. Selama awan hujan itu tidak bisa kita temukan, kita tidak akan bisa membuat hujan buatan," ungkap Djamari.

Dalam proses pembuatan hujan buatan, petugas harus menerbangkan pesawat untuk menyebarkan zat menyerupai garam ke awan hujan.

Zat tersebut digunakan untuk memicu proses kondensasi di dalam awan sehingga dapat menghasilkan air dalam jumlah cukup besar yang diharapkan membantu pemadaman karhutla.

Hingga Senin, 10 Agustus 2026, pemerintah belum melihat keberadaan awan hujan di sekitar lokasi karhutla.

Meski demikian, Djamari meyakini awan hujan berpotensi muncul dalam waktu dekat sehingga OMC dapat segera dilaksanakan.

"Berdasarkan perkiraan sekarang ini pada minggu-minggu ini sampai dengan tanggal 18 Agustus itu ada tiga atau empat hari kemungkinan awan hujan ada," kata Djamari.

Ketika awan hujan muncul, Djamari akan memerintahkan jajarannya untuk segera menjalankan operasi modifikasi cuaca di wilayah karhutla.

Karhutla Melanda 107 Ribu Hektare Lahan

Pemerintah mencatat kebakaran telah melanda sekitar 107.000 hektare lahan yang tersebar di sejumlah wilayah dengan kategori rawan maupun nonrawan karhutla.

Enam provinsi disebut sebagai daerah rawan karhutla, yakni Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Riau.

Menurut Djamari, kondisi kekeringan dan fenomena alam El Nino turut memengaruhi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi.

"Kita menghadapi El Nino yang kuat, yang sudah berlaku dan mulai berlaku sekarang sampai dengan awal September atau awal Oktober yang akan datang," ungkap Djamari.

Puluhan Helikopter Dikerahkan untuk Pemadaman

Selain menyiapkan OMC, pemerintah menjalankan operasi pemadaman dari udara dengan mengerahkan puluhan helikopter dan pesawat fixed-wing.

"Kita mengerahkan sekitar 43 helikopter sampai dengan hari ini, ditambah dengan fixed-wing juga bisa antara 10 sampai dengan 15 sesuai dengan kebutuhan," jelas Djamari.

Berdasarkan keterangan pemerintah hingga awal Agustus 2026, sekitar 43 helikopter telah dikerahkan, sedangkan pesawat fixed-wing yang dapat digunakan berkisar 10 hingga 15 unit sesuai kebutuhan penanganan karhutla.

Pemadaman melalui jalur darat juga dilakukan dengan memanfaatkan fleksibel tank sebagai alat penampung air sementara.

Alat tersebut memungkinkan air dalam jumlah besar ditampung untuk kemudian disalurkan guna mendukung proses pemadaman di lokasi karhutla.

Pemerintah juga akan meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memastikan titik-titik api dapat ditangani dan tidak terus berkembang.

Djamari meyakini kombinasi operasi udara, pemadaman darat, rencana modifikasi cuaca, serta penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dapat membuat titik api di wilayah karhutla dipadamkan dalam waktu dekat.

Penulis :
Arian Mesa