HOME  ⁄  Nasional

Baznas dan LPAI Perkuat Perlindungan Anak Keluarga Prasejahtera Menuju Indonesia Emas 2045

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Baznas dan LPAI Perkuat Perlindungan Anak Keluarga Prasejahtera Menuju Indonesia Emas 2045
Foto: (Sumber :Forum Nasional Perlindungan Anak (Fornas PA) ke-VII di Jakarta, Sabtu (8/8/2026). ANTARA/HO-Baznas RI.)

Pantau - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menggandeng Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) untuk memperkuat perlindungan anak secara berkelanjutan, terutama bagi anak dari keluarga prasejahtera, sebagai bagian dari upaya membangun generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Pimpinan Baznas RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Rizaludin Kurniawan mengatakan berbagai persoalan yang dihadapi anak membutuhkan penanganan terpadu dengan melibatkan keluarga dan lingkungan.

"Persoalan seperti stunting, malnutrisi, putus sekolah, pekerja anak, pernikahan dini, kekerasan, trauma, hingga kemiskinan antargenerasi membutuhkan intervensi terintegrasi. Penguatan ketahanan ekonomi keluarga menjadi bagian penting dari strategi ini," kata Rizaludin dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026.

Menurut Rizaludin, perlindungan anak perlu melibatkan tiga unsur yang saling berkaitan, yakni anak, keluarga, dan lingkungan.

Baznas Optimalkan Dana ZIS-DSKL

Baznas berkomitmen mengoptimalkan dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL) untuk mendukung kebutuhan anak beserta keluarganya.

Pemanfaatan dana tersebut mencakup bidang kesehatan, pendidikan, perlindungan khusus, penguatan ekonomi keluarga, serta edukasi dan advokasi.

"Anak bukan sekadar penerima manfaat, melainkan sumber daya manusia masa depan Indonesia. Kualitas Indonesia 2045 ditentukan oleh kualitas anak Indonesia hari ini. Setiap rupiah yang mencegah kerentanan anak hari ini adalah investasi untuk memutus kemiskinan antargenerasi," ujar Rizaludin.

Ia memastikan peran Baznas bukan menggantikan negara, melainkan memperkuat ekosistem perlindungan anak melalui instrumen filantropi Islam.

Kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dunia usaha, dan lembaga filantropi dinilai diperlukan agar upaya perlindungan anak berjalan secara terpadu.

LPAI Tekankan Pencegahan Kasus Kekerasan Anak

Ketua Umum LPAI Samsul Ridwan menyambut kolaborasi dengan Baznas sebagai momentum memperkuat strategi pencegahan dalam perlindungan anak.

"LPAI memiliki jaringan dan pengalaman, Baznas memiliki kekuatan dalam pengelolaan dana sosial, sementara pemerintah dan masyarakat memiliki sumber daya masing-masing. Jika semua ini dipertemukan, kita bisa membangun ekosistem perlindungan anak yang jauh lebih kuat," kata Samsul.

LPAI juga menyatakan siap berkolaborasi dengan Baznas, pemerintah, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat perlindungan terhadap anak.

"Ukuran keberhasilan perlindungan anak bukan hanya seberapa banyak kasus yang kita tangani, melainkan berapa banyak kasus yang berhasil kita cegah. Anak yang aman, keluarga yang kuat, dan lingkungan yang ramah anak adalah tujuan yang harus kita perjuangkan bersama," tutur Samsul Ridwan.

Penulis :
Ahmad Yusuf