HOME  ⁄  Nasional

KJRI Kuching Meriahkan HUT Ke-81 RI Bersama Ratusan WNI di Sarawak

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

KJRI Kuching Meriahkan HUT Ke-81 RI Bersama Ratusan WNI di Sarawak
Foto: KJRI Kuching di Sarawak melaksanakan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Sarawak, Malaysia (sumber: KJRI Kuching)

Pantau - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching bersama masyarakat Indonesia di Sarawak, Malaysia, menggelar rangkaian kegiatan untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Rangkaian perayaan berlangsung antara lain di Ladang Sarawak Oil Palms Berhad (SOPB) Lambir serta Community Learning Center (CLC) Ladang 3 Sarawak Plantation Agriculture Development (SPAD), Miri.

Konsul Jenderal RI di Kuching, Abdullah Zulkifli, menyebut sekitar 600 warga Indonesia ikut memeriahkan Pesta Rakyat di Ladang SOPB Lambir.

Ratusan WNI Meriahkan Pesta Rakyat di Lambir

Berbagai perlombaan tradisional dan kegiatan olahraga digelar dalam Pesta Rakyat tersebut, mulai dari tarik tambang, panjat pinang, balap karung, memasak kuliner Nusantara, bola voli, sepak takraw, hingga badminton.

"Kami mencatat ada sekitar 600 warga Indonesia yang memeriahkan Pesta Rakyat di Ladang SOPB Lambir, di mana kita menggelar berbagai perlombaan tradisional seperti tarik tambang, panjat pinang, balap karung, memasak kuliner Nusantara, bola voli, sepak takraw, dan badminton," kata Abdullah.

Kemeriahan peringatan kemerdekaan juga diisi dengan pertunjukan tari dan musik Indonesia.

Pertunjukan seni dan budaya tersebut menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan masyarakat Indonesia di Sarawak sekaligus menjaga kedekatan mereka dengan budaya dan identitas Tanah Air.

Dalam kesempatan tersebut, Abdullah mengajak masyarakat Indonesia di Lambir untuk terus mempertahankan kecintaan terhadap Indonesia, menjaga persatuan dan kesatuan, serta memperkuat gotong royong dan budaya saling membantu.

"Kita harus terus memelihara kecintaan terhadap Tanah Air, menjaga persatuan dan kesatuan, serta memperkuat semangat gotong royong dan saling membantu," tegas Abdullah.

Anak Pekerja Migran Ikuti Lomba Kemerdekaan

Sehari kemudian, Minggu, 9 Agustus 2026, KJRI Kuching menghadiri peringatan kemerdekaan di CLC Ladang 3 SPAD, Miri.

Kegiatan tersebut melibatkan 105 siswa yang merupakan anak-anak pekerja migran Indonesia.

Para siswa mengikuti berbagai permainan khas perayaan kemerdekaan, seperti tarik tambang, estafet tepung, balap karung, sepak bola corong, serta lomba makan biskuit tanpa menggunakan tangan.

Perlombaan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana menanamkan nilai sportivitas, kerja sama, kekompakan, dan kebersamaan kepada para siswa.

Abdullah mengingatkan anak-anak agar memiliki semangat pantang menyerah dalam menjalani kehidupan serta memandang kemenangan maupun kekalahan sebagai bagian dari proses belajar menjadi pribadi yang lebih baik.

"Dalam hidup kita harus terus berjuang, jangan menyerah. Menang dan kalah merupakan bagian dari sebuah kompetisi," kata Abdullah.

Pelaksanaan kegiatan kemerdekaan di CLC turut mendapat dukungan dari manajemen SPAD dan para guru.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi anak-anak pekerja migran Indonesia yang tinggal di kawasan perkebunan Sarawak.

CLC Tanamkan Nasionalisme kepada Generasi Muda

KJRI Kuching menilai keberadaan CLC mempunyai peran penting dalam memberikan akses pendidikan kepada anak-anak pekerja migran Indonesia.

Selain menyediakan akses pendidikan, CLC turut berperan dalam pembinaan karakter anak, termasuk menanamkan semangat kebangsaan serta kecintaan terhadap Indonesia kepada generasi muda yang tumbuh jauh dari Tanah Air.

KJRI Kuching juga mengapresiasi dukungan SOPB dan SPAD terhadap berbagai kegiatan masyarakat Indonesia serta pendidikan anak-anak pekerja migran di Sarawak.

Rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut diharapkan semakin memperkuat solidaritas, nasionalisme, semangat gotong royong, dan kepedulian di antara masyarakat Indonesia di Sarawak.

Bagi masyarakat Indonesia yang tinggal di Miri, perayaan kemerdekaan juga menjadi momentum mempertahankan semangat Merah Putih di tengah kehidupan sebagai perantau.

Upaya menjaga semangat kebangsaan semakin penting bagi generasi muda Indonesia yang lahir dan tumbuh di luar negeri serta jauh dari Tanah Air.

"Bagi masyarakat Indonesia di Miri, perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum menjaga semangat Merah Putih agar tetap hidup di tengah kehidupan perantauan, termasuk bagi generasi muda yang lahir dan tumbuh jauh dari Indonesia," kata Abdullah.

Penulis :
Leon Weldrick