HOME  ⁄  Nasional

Siswa Sekolah Rakyat Tembus Paskibraka Nasional 2026, Prasetyo Hadi Sebut Bukti Kesempatan Berprestasi Setara

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Siswa Sekolah Rakyat Tembus Paskibraka Nasional 2026, Prasetyo Hadi Sebut Bukti Kesempatan Berprestasi Setara
Foto: Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi usai gladi kotor hari pertama Peringatan Detik-Detik Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu 12/8/2026 (sumber: ANTARA/Maria Cicilia Galuh)

Pantau - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan terpilihnya siswa Sekolah Rakyat sebagai anggota Paskibraka tingkat nasional 2026 membuktikan setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi tanpa memandang kondisi ekonomi keluarga.

Prasetyo menyampaikan hal tersebut seusai mengikuti gladi kotor hari pertama Peringatan Detik-Detik Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.

Prasetyo mengaku bangga sekaligus terharu setelah mengetahui salah satu peserta yang berhasil lolos menjadi Paskibraka tingkat nasional berasal dari Sekolah Rakyat.

"Ketika kami pun mendapatkan informasi bahwa ada salah satu yang lolos adik-adik Paskibra ini yang ternyata berasal dari Sekolah Rakyat, ya kita terus terang juga ikut bangga, ikut terharu," kata Prasetyo.

Menurut Prasetyo, Presiden Prabowo Subianto kemungkinan belum mengetahui informasi mengenai keberhasilan siswa Sekolah Rakyat tersebut menjadi Paskibraka tingkat nasional.

Pemerintah juga tidak mengikuti secara terperinci seluruh proses seleksi Paskibraka yang dilaksanakan di 38 provinsi.

Prasetyo Sebut Seleksi Berbasis Kompetensi dan Kerja Keras

Prasetyo menilai keberhasilan siswa Sekolah Rakyat tersebut menunjukkan kesempatan untuk berpartisipasi dan meraih prestasi tidak ditentukan oleh kemampuan ekonomi keluarga.

Setiap peserta, menurut dia, mempunyai kesempatan berdasarkan kompetensi dan kerja keras, baik berasal dari keluarga mampu maupun kurang mampu.

"Sudah tidak lagi kemudian membeda-bedakan kita ini berasal dari mungkin keluarga yang lebih mampu atau yang tidak mampu. Semua berbasis kompetensi, semua berbasis kerja keras," katanya.

Prasetyo menegaskan menjadi anggota Paskibraka tingkat nasional bukan sesuatu yang mudah karena calon peserta harus melewati proses persiapan dan latihan yang berat.

Para calon Paskibraka harus menjalani latihan fisik secara intensif untuk mempersiapkan diri menjalankan tugas dalam upacara kenegaraan.

Selain kesiapan fisik, para calon harus mempersiapkan mental karena akan menjalankan tugas di hadapan dan menjadi perhatian masyarakat Indonesia.

Menurut Prasetyo, tantangan menjadi Paskibraka tidak hanya terletak pada kemampuan fisik, tetapi juga kemampuan menjaga konsentrasi dan memastikan setiap gerakan dilakukan dengan tepat.

Tekanan mental semakin besar karena anggota Paskibraka menyadari penampilan mereka dalam upacara peringatan kemerdekaan akan disaksikan masyarakat di seluruh Indonesia.

"Saudara nanti akan harus tampil ya, tidak boleh salah, tidak boleh ada yang keliru, dan di benak Anda, Anda berpikir bahwa Anda disaksikan oleh seluruh bangsa Indonesia, itu bukan sesuatu hal yang mudah," kata Prasetyo.

Karena proses tersebut tidak mudah, Prasetyo mengajak masyarakat memberikan apresiasi kepada seluruh anggota Paskibraka yang telah menjalani proses panjang hingga mendapatkan kepercayaan bertugas dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Prasetyo juga mengajak masyarakat lebih banyak melihat berbagai hal dari sisi positif karena kekurangan dan ketidaksempurnaan mungkin tetap ada, tetapi usaha dan pekerjaan seseorang perlu mendapatkan penghargaan.

"Marilah kita semua lebih banyak untuk kita memandang sesuatu itu dari sisi yang positif. Bahwa ada kekurangan, ya, bahwa ada mungkin yang belum sempurna, iya, tapi segala hal profesi kita apa pun, bidang kita apa pun, itu segala sesuatunya perlu diapresiasi dan perlu kita hargai," ujarnya.

Ismi Ulfaida Jadi Siswa Sekolah Rakyat Pertama di Paskibraka Nasional

Sebelumnya, Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Rima Agristina mengungkapkan untuk pertama kalinya seorang siswa Sekolah Rakyat terpilih sebagai calon Paskibraka tingkat nasional.

Siswa tersebut dipersiapkan untuk mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Informasi itu disampaikan Rima ketika meninjau latihan gabungan Paskibraka di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Depok, Jawa Barat, Sabtu, 8 Agustus 2026.

"Alhamdulillah ada satu calon Paskibraka ini yang berasal dari Sekolah Rakyat," kata Rima.

Siswa Sekolah Rakyat yang terpilih tersebut bernama Ismi Ulfaida, siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi 22 Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Ismi menjadi salah satu perwakilan Provinsi Sulawesi Barat dalam Paskibraka tingkat nasional.

Selain Ismi, Sulawesi Barat diwakili M. Deni Fikri yang berasal dari UPTD SMA Negeri 1 Wonomulyo.

Rima berharap keberhasilan Ismi menembus Paskibraka tingkat nasional dapat memberikan semangat dan motivasi kepada siswa Sekolah Rakyat lainnya.

Keterlibatan Ismi juga diharapkan mendorong lebih banyak siswa Sekolah Rakyat mengikuti kegiatan dan seleksi kepaskibrakaan pada tahun-tahun berikutnya.

Penulis :
Shila Glorya