
Pantau - Tiga Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Sulawesi Selatan, yakni SRT Soppeng, Wajo, dan Sinjai, segera menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) setelah pembangunan fasilitas yang dibutuhkan untuk kegiatan belajar dan asrama dinilai siap digunakan.
Pembangunan yang belum sepenuhnya rampung membuat pelaksanaan MPLS tahun ajaran 2026/2027 di ketiga sekolah tersebut tertunda.
Kepala Dinas Sosial Sulawesi Selatan Malik Faisal mengatakan ketiga SRT itu ditargetkan melaksanakan MPLS pada Agustus 2026.
"Sisa Soppeng, Wajo, dan Sinjai juga yang belum melakukan MPLS. Rencana Agustus ini," ujar Malik.
Sementara itu, SRT Barru, Sidrap, Tana Toraja, Bone, Takalar, dan Makassar telah lebih dahulu melaksanakan MPLS.
Pembangunan SRT Sinjai Belum Sepenuhnya Rampung
SRT Sinjai sebelumnya telah menggelar penyambutan siswa baru secara simbolis pada 13 Juni 2026, tetapi para siswa kemudian dipulangkan dengan mempertimbangkan keamanan selama pembangunan berlangsung.
"Memang pada akhirnya dipulangkan karena berbagai pertimbangan. Area Sekolah Rakyat masih dalam progres pembangunan, sehingga dianggap tidak efektif bagi anak-anak," kata Kepala SRT Sinjai Rahmat Surianto.
Rencana masuk siswa pada 31 Juli kemudian kembali ditunda sebelum pihak sekolah menetapkan 15 Agustus sebagai waktu dimulainya pembelajaran langsung.
Rahmat mengatakan sejumlah fasilitas utama, termasuk asrama dan gedung belajar, sudah dapat digunakan meskipun pembangunan seluruh kompleks sekolah belum selesai.
"Rampung 100 persen untuk beberapa gedung yang siap difungsionalkan. Artinya, tidak semua gedung selesai. Kalau kami harus menunggu semua gedung selesai, mungkin membutuhkan waktu lebih lama, sedangkan anak-anak kami sudah lama tidak ke sekolah," katanya.
SRT Sinjai menerima 270 siswa pada tahun ini, termasuk siswa jenjang SMA yang sebelumnya belum tersedia.
Dengan tambahan tersebut, jumlah siswa SRT Sinjai pada 2026 mencapai 355 orang setelah sebelumnya terdapat 85 siswa jenjang SD dan SMP.
SRT Wajo Terkendala Gedung dan Air Bersih
Kondisi serupa terjadi di SRT Wajo karena pembangunan gedung yang belum rampung membuat kegiatan belajar mengajar sementara dilaksanakan secara daring.
Pemenuhan kebutuhan air bersih juga menjadi kendala bagi sekolah berasrama tersebut akibat musim kemarau dan kondisi kontur tanah di lokasi pembangunan.
Kepala SRT Wajo Asri mengatakan pihak sekolah terus berkoordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk memenuhi kebutuhan air.
"Kami terus berupaya berkoordinasi dengan PDAM untuk pemenuhan air di sekolah, apalagi siswa-siswa juga harus segera sekolah dan tinggal di asrama," kata Asri.
- Penulis :
- Aditya Yohan



