
Pantau - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendukung kelanjutan dan perluasan program papan edukasi digital atau Interactive Flat Panel (IFP) di sekolah melalui penyediaan anggaran sesuai kebutuhan dan rencana pemerintah.
Dukungan anggaran tersebut diarahkan untuk memperluas pemanfaatan perangkat pembelajaran digital agar semakin banyak siswa memperoleh manfaat teknologi dalam kegiatan belajar mengajar.
Purbaya menilai penggunaan IFP efektif membantu proses pembelajaran setelah melihat langsung pemanfaatannya dalam kunjungan ke sejumlah sekolah di Jakarta.
“Saya tadi ingin melihat bagaimana pemakaian papan edukasi digital atau brite panel program Bapak Presiden Prabowo di sekolah-sekolah,” kata Purbaya.
Purbaya Nilai IFP Permudah Pelajaran Sulit
Dalam kunjungannya, Purbaya mengikuti langsung kegiatan pembelajaran selama sekitar 30 menit di dua kelas pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA).
Berdasarkan pengamatannya, teknologi tersebut dapat membantu peserta didik menyerap pengetahuan baru sekaligus membuat materi pelajaran lebih mudah dipahami melalui sistem pembelajaran yang interaktif.
IFP juga dinilai dapat membantu guru menyampaikan mata pelajaran yang sulit dengan cara yang relatif lebih mudah kepada peserta didik.
“Ternyata saya saksikan tadi, saya ikuti kelasnya, duduk setengah jam di dua kelas. Itu amat efektif, membuat mata pelajaran yang sulit bisa diajarkan dengan relatif mudah ke murid-muridnya,” kata Purbaya.
Meski menilai program tersebut efektif, Purbaya melihat jumlah papan edukasi digital yang tersedia masih perlu ditambah secara bertahap.
Menurut Purbaya, kondisi ideal dalam jangka panjang adalah setiap kelas memiliki satu perangkat papan edukasi digital.
“Cuma kalau saya pikir, masih kurang. Idealnya ada satu kelas, satu, secara bertahap nanti ke depan. Jadi program ini amat baik dan patut dilanjutkan,” katanya menambahkan.
Pemerintah Targetkan Tambahan Satu Juta Panel Pintar
Pemerintah berencana memperluas program papan edukasi digital secara bertahap serta meningkatkan cakupannya pada tahun-tahun berikutnya sesuai rencana yang telah disusun.
Penyaluran perangkat IFP merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang Percepatan Pelaksanaan Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Pembangunan dan Pengelolaan Sekolah Menengah Atas Unggul Garuda, dan Digitalisasi Pembelajaran.
Program IFP menjadi bagian dari kebijakan pemerintah untuk mempercepat digitalisasi proses pembelajaran di Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengatakan pemerintah berencana menambah sekitar satu juta panel pintar interaktif pada 2026.
Penambahan perangkat tersebut ditujukan agar setiap sekolah memiliki sedikitnya tiga hingga empat ruang kelas yang dilengkapi IFP.
Pemerintah selanjutnya menargetkan sedikitnya enam ruang kelas di setiap sekolah dapat dilengkapi perangkat IFP dalam kurun waktu tiga tahun.
Dalam jangka lebih panjang, Purbaya menginginkan cakupan program terus diperluas hingga idealnya setiap kelas memiliki satu perangkat papan edukasi digital.
- Penulis :
- Shila Glorya



