HOME  ⁄  Nasional

Cek Kesehatan Gratis di SMKN 64 Cipayung Periksa 350 Siswa untuk Deteksi Penyakit Sejak Dini

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Cek Kesehatan Gratis di SMKN 64 Cipayung Periksa 350 Siswa untuk Deteksi Penyakit Sejak Dini
Foto: (Sumber :Badan Komunikasi Pemerintah RI dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyelenggarakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk siswa sekolah di SMKN 64 Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (13/8/2026). ANTARA/Siti Nurhaliza.)

Pantau - Sebanyak 350 siswa SMKN 64 Cipayung, Jakarta Timur, mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah pada Kamis (13/8/2026) sebagai upaya pemerintah mendeteksi penyakit dan berbagai faktor risiko kesehatan sejak dini.

Program tersebut diselenggarakan Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia bersama Dinas Kesehatan DKI Jakarta dengan melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Cipayung.

Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah RI Ronny Suyanto mengatakan kunjungan tersebut menjadi bagian dari program rutin pemerintah untuk melihat langsung pelaksanaan CKG di sekolah.

"Jadi kita punya program rutin, program rutinnya adalah media visit membawa teman-teman ke Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan hari ini CKG dengan sekolah kita pilih di SMK 64 Cipayung," kata Ronny.

Siswa Jalani Pemeriksaan Gizi hingga Gula Darah

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Arief Wahyudhy mengatakan CKG di SMKN 64 Jakarta merupakan bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya anak usia sekolah.

"Hari ini kami dari Suku Dinas Kesehatan mewakili Dinas Kesehatan melaksanakan cek kesehatan gratis di sekolah SMKN 64 Jakarta dengan dibantu tenaga kesehatan dari Puskesmas Cipayung," kata Arief.

Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan siswa sekaligus mendeteksi berbagai faktor risiko dan gangguan kesehatan yang berpotensi mengganggu aktivitas mereka.

Pemeriksaan mencakup status gizi, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, tingkat kebugaran, fungsi mata dan telinga, kadar gula darah, serta hemoglobin untuk mendeteksi kemungkinan anemia.

Pelaksanaan CKG Sekolah juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024, serta Peraturan Gubernur Nomor 34 Tahun 2024 tentang Usaha Kesehatan Sekolah.

Siswa Bermasalah Kesehatan Bakal Ditindaklanjuti

Arief mengatakan program tersebut tidak berhenti pada pemeriksaan karena siswa yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan akan mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan.

"CKG ini juga untuk memastikan peserta didik yang ditemukan memiliki masalah kesehatan mendapatkan edukasi, intervensi, tata laksana, rujukan, dan pemantauan tindak lanjut sesuai kebutuhan," jelas Arief.

Pemerintah berharap pemeriksaan tersebut dapat meningkatkan kesadaran siswa terhadap kondisi tubuh dan membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia sekolah.

Ronny juga berharap pelaksanaan CKG memberikan manfaat bagi peserta didik dan masyarakat secara lebih luas.

"Sekali lagi terima kasih, mudah-mudahan CGK ini dapat berjalan lancar, siswa-siswanya juga sehat-sehat dan menjadi manfaat untuk kita semua," ujar Ronny.

Penulis :
Aditya Yohan