HOME  ⁄  Nasional

Kemendikdasmen Tingkatkan Kompetensi Guru SMK Tasikmalaya, Pelatihan AI Jadi Perhatian

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemendikdasmen Tingkatkan Kompetensi Guru SMK Tasikmalaya, Pelatihan AI Jadi Perhatian
Foto: (Sumber :Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat pada Senin (10/8/2026) kembali membuka program Peningkatan Kompetensi bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vokasi Tahun 2026 Angkatan 4 guna meningkatkan kualitas SDM pendidikan vokasi. ANTARA/HO-Humas Kemendikdasmen.)

Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meningkatkan kompetensi guru SMK di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, melalui program Peningkatan Kompetensi bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vokasi Tahun 2026 Angkatan 4 yang antara lain membekali peserta menghadapi perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Program yang kembali dibuka pada Senin (10/8/2026) tersebut diikuti dengan antusias oleh para guru vokasi di Tasikmalaya.

Kepala Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri (BBPPMPV BMTI) Kemendikdasmen Baharudin mengatakan peningkatan kompetensi tidak hanya menyasar guru, tetapi juga kepala sekolah, pengawas, dan instruktur lembaga kursus.

“Tahun ini BMTI melatih 3.159 pendidik dan tenaga kependidikan (PTK), Insya Allah dalam tahun ini target kami bahkan mencapai lebih dari 100 persen sampai akhir tahun,” kata Baharudin dalam pernyataan tertulis di Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2026).

Guru Vokasi Antusias Pelajari AI

Guru Desain Komunikasi Visual (DKV) SMK Negeri 1 Tasikmalaya, Muhammad, mengatakan perkembangan AI yang semakin masif menuntut tenaga pendidik meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi.

“Di era yang luar biasa saat ini, apalagi AI ya, kadang kita hanya tahu AI tapi belum memaksimalkan teknologi ini, jadi saya sangat antusias sekali mengikuti pelatihan ini,” kata Muhammad.

Ia berharap pelatihan peningkatan kompetensi dapat diselenggarakan secara rutin dan menjangkau lebih banyak guru vokasi.

“Memperbanyak pelatihan untuk meningkatkan SDM, tidak hanya satu kali, guru-guru yang belum itu bergiliran untuk ikut, jadi tidak hanya satu kali dan ada tingkatannya juga, mulai dari pemula hingga tingkat mahir begitu,” imbuh Muhammad.

Guru Dinilai Berperan Mengarahkan Penggunaan AI

Guru DKV SMK Negeri 4 Tasikmalaya, Samrah Hadian Ardi, juga menilai pelatihan AI dibutuhkan karena guru memiliki peran penting dalam mengarahkan murid menggunakan teknologi secara bijak.

“Pelatihan ini saya rasa sangat dibutuhkan karena sekarang zamannya teknologi berkembang apalagi sekarang itu ada AI, ini bisa membantu kita tetapi kita tetap harus bisa mengendalikan, bukan AI yang mengendalikan kita, tetapi AI yang kita mengendalikan,” kata Sam.

Kemendikdasmen melalui BMTI terus mendorong peningkatan kompetensi tenaga pendidikan vokasi di berbagai daerah untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia pendidikan.

Penulis :
Ahmad Yusuf