
Pantau - PT Pegadaian (Persero) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin kolaborasi strategis untuk memperluas akses produk keuangan berbasis emas dan pembiayaan bagi pelaku usaha mulai dari UMKM hingga korporasi serta masyarakat luas.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Program Pemberdayaan Ekonomi Terintegrasi bertajuk “Kolaborasi Strategis Kadin dan Pegadaian untuk MengEMASkan Indonesia” di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Nota kesepahaman ditandatangani Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie dan Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Damar Latri Setiawan.
Kerja sama itu diarahkan untuk mempermudah masyarakat dan dunia usaha mengakses emas sebagai instrumen simpanan, investasi, maupun alternatif pendanaan usaha.
Pegadaian Perluas Layanan Emas melalui Tring dan ATM Emas
Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bentuk sinergi dua lembaga yang sama-sama mempunyai jaringan luas di Indonesia.
"Kadin ada di seluruh Indonesia, Pegadaian pun hadir di seluruh Indonesia. Sinergi ini sangat pas untuk memperluas pemanfaatan produk dan layanan Pegadaian di lingkungan dunia usaha. Melalui aplikasi Tring by Pegadaian, seluruh masyarakat dan anggota Kadin dapat mengelola urusan emas secara mudah, cepat, dan praktis dari mana saja," ungkap Damar.
Selain mengembangkan layanan digital melalui aplikasi Tring, Pegadaian telah menyediakan 20 unit ATM Emas yang beroperasi di sejumlah lokasi strategis di Indonesia.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menilai kerja sama tersebut membuka peluang bagi dunia usaha untuk menggunakan emas sebagai instrumen lindung nilai yang relatif tahan terhadap inflasi dan fluktuasi mata uang.
"Ini adalah kerja sama strategis, paling tidak dari sisi saving atau simpanan untuk perusahaan maupun individu, sekaligus cara yang baik untuk pendanaan ke depannya. Kebutuhan kita sebagai negara sangat besar, dan salah satu kunci keberhasilan Indonesia untuk keluar dari middle income trap adalah dengan menabung. Tabungan yang paling bagus adalah menabung emas," ujar Anin.
Anin juga mencoba langsung fasilitas ATM Emas di Pegadaian Tower yang memungkinkan nasabah menarik emas fisik dari saldo digital.
"Saya tadi mencoba sendiri di ATM Emas. Benar-benar kalau punya tabungan, kita bisa menarik fisik emasnya sendiri secara langsung. Ini memberikan kenyamanan dan kepastian bagi masyarakat. Kami di Kadin sangat mendukung semangat 'Mencapai Indonesia Emas dengan Emas' ini," lanjut Anin.
Kolaborasi Sasar Pemberdayaan UMKM dan Literasi Keuangan
Pegadaian dan Kadin menyepakati kerja sama pemberdayaan UMKM melalui pelatihan, pendampingan, serta pengembangan kemampuan pelaku usaha agar semakin produktif, berdaya saing, dan mampu naik kelas.
Kerja sama juga mencakup penyediaan produk pembiayaan, investasi, dan tabungan emas Pegadaian bagi karyawan, perusahaan anggota, hingga ekosistem supplier di bawah Kadin Indonesia.
Kedua pihak turut mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui pelatihan, pendampingan bisnis, serta edukasi mengenai layanan keuangan berbasis emas bagi anggota Kadin dan masyarakat binaan.
Kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs di Indonesia.
Pegadaian dan Kadin Indonesia berharap kemitraan tersebut dapat memperluas inklusi keuangan, memperkuat ketahanan ekonomi nasional, dan meningkatkan daya saing dunia usaha menuju Indonesia Emas 2045.
- Penulis :
- Aditya Yohan



