HOME  ⁄  Nasional

Harga Pupuk Turun 20 Persen, Petani Ngawi Joko Purnomo Panen hingga Sembilan Ton Padi per Hektare

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Harga Pupuk Turun 20 Persen, Petani Ngawi Joko Purnomo Panen hingga Sembilan Ton Padi per Hektare
Foto: (Sumber :Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bay.)

Pantau - Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan Joko Purnomo, Ketua Kelompok Tani Sri Makmur dari Desa Purwosari, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, yang mampu meningkatkan produktivitas sawah hingga sembilan ton padi per hektare setelah mendapat dukungan air, teknologi, pupuk, serta penurunan harga pupuk sebesar 20 persen.

Prabowo memperkenalkan Joko saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

"Hari ini hadir di tengah-tengah kita, kita mengundang, saudara Joko Purnomo. Bapak Joko ini ketua kelompok tani dari Desa Purwosari, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Pak Joko telah 20 tahun bertani. Dengan air, teknologi, dan pupuk yang telah disediakan oleh pemerintah, ia sekarang mampu panen tiga kali setahun dengan produktivitas sampai sembilan ton padi per hektare. Penurunan harga pupuk 20 persen ikut memangkas biaya produksinya," kata Presiden Prabowo.

Prabowo Sebut Petani sebagai Pahlawan Bangsa

Joko yang mengikuti jalannya acara dari balkon ruangan bersama penerima manfaat program pemerintah lainnya kemudian berdiri dan memberikan gestur salam kepada Prabowo dari kejauhan.

"Kita tepuk tangan untuk Pak Joko. Sebagai wakil dari para petani Indonesia, para pahlawan bangsa, produsen pangan bagi seluruh rakyat Indonesia. Kita boleh punya tentara yang paling hebat, boleh punya pesawat terbang yang canggih, kalau tidak ada makan, saya kira bangsa ini berhenti saja sebagai bangsa," kata Presiden Prabowo.

Prabowo juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu pemerintah mewujudkan swasembada pangan, khususnya beras.

Pihak yang mendapat apresiasi tersebut antara lain petani, penyuluh, pemerintah daerah, TNI/Polri, BUMN pangan, koperasi, serta unsur masyarakat lainnya.

Indonesia Capai Swasembada Delapan Komoditas Pangan

Prabowo mengatakan Indonesia telah mencapai swasembada delapan komoditas pangan dalam satu tahun terakhir.

"Dalam satu tahun terakhir ini, Indonesia mencapai swasembada delapan komoditas pangan, dan dengan demikian, kita menyadari bahwa capaian kita cukup membanggakan. Kita masih belum swasembada bawang putih. Kita berjuang dalam 3 tahun, kita mencapai swasembada bawang putih, yang saya sebut tadi, daging sapi belum, daging kerbau belum, tetapi daging ayam sudah. Pada dasarnya, untuk protein, kita sudah swasembada, yaitu protein dari ikan, protein dari telur, protein dari daging ayam," ujar Presiden.

Delapan komoditas yang disebut telah mencapai swasembada meliputi beras, jagung, cabai besar, cabai rawit, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.

Prabowo juga menargetkan Indonesia mampu mencapai swasembada bawang putih dalam tiga tahun, sementara daging sapi dan daging kerbau masih menjadi komoditas yang belum mencapai swasembada.

Penulis :
Ahmad Yusuf