HOME  ⁄  Nasional

Ijeck Nilai Pidato Prabowo Tegaskan Pembangunan Berkelanjutan

Oleh Khalied Malvino
SHARE   :

Ijeck Nilai Pidato Prabowo Tegaskan Pembangunan Berkelanjutan
Foto: Anggota Komisi V DPR RI, Musa Rajekshah alias Ijeck. (Dok. Istimewa)

Pantau - Agenda pembangunan 2026-2027 yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Nota Keuangan 2026 dan RAPBN 2027 mencakup banyak sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi masyarakat hingga pembangunan Giant Sea Wall.

Anggota Komisi V DPR RI, Musa Rajekshah alias Ijeck menilai rangkaian program tersebut perlu ditempatkan dalam kerangka pembangunan jangka panjang.

Ijeck melihat pemerintah mulai menggabungkan pembangunan fisik dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar pembangunan tidak berhenti pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat.

“Setelah mendengar tadi apa yang disampaikan Pak Presiden, baik apa yang sudah dilaksanakan di tahun 2026 dan juga apa yang akan direncanakan melaksanakan pembangunan tahun 2027, saya melihat sangat baik rencana kerja pembangunan,” ujar Ijeck kepada wartawan, Jumat (14/8/2026).

Politikus Partai Golkar itu memberi perhatian pada sektor pendidikan. Ia menilai rencana sekolah unggulan dan sekolah gratis bagi masyarakat kurang mampu menjadi bentuk investasi pemerintah terhadap generasi mendatang.

Bagi Ijeck, pembangunan sumber daya manusia perlu berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur. Infrastruktur yang semakin baik akan membuka akses masyarakat menuju sekolah, pusat ekonomi, layanan publik, dan wilayah lain yang sebelumnya sulit dijangkau.

“Banyak tempat yang selama ini perjalanan masyarakat, baik untuk mengangkat komoditinya atau menuju ke tempat sekolah atau tempat lainnya sangat sulit. Ini sudah mulai banyak pembangunan walaupun belum seluruhnya selesai, tapi ini akan bertahap terus untuk penyelesaian,” katanya.

Ijeck juga menyoroti pelayanan kesehatan sebagai bagian penting dari agenda pembangunan. Ia mengapresiasi rencana peningkatan kualitas puskesmas di berbagai daerah agar masyarakat memperoleh layanan yang lebih mudah dijangkau.

Penguatan layanan kesehatan, menurutnya, tidak cukup berhenti di tingkat pusat. Pemerintah perlu memastikan fasilitas kesehatan di kabupaten hingga kecamatan mampu melayani kebutuhan masyarakat secara merata.

Selain pendidikan dan kesehatan, Ijeck menilai pengendalian harga komoditas perlu mendapat perhatian. Stabilitas harga berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat sekaligus keberlangsungan aktivitas ekonomi di daerah.

Pembangunan Jangan Berhenti Saat Pemerintahan Berganti

Ijeck menilai kesinambungan menjadi tantangan utama dalam pembangunan jangka panjang. Program strategis yang sudah dirancang perlu tetap berjalan meski terjadi pergantian pemerintahan.

Menurutnya, pembangunan nasional tidak ideal jika hanya mengikuti siklus kepemimpinan lima tahunan. Pemerintah perlu memiliki peta jalan yang dapat diteruskan lintas pemerintahan.

“Pembangunan jangka panjang ini harus berkesinambungan. Tidak bisa hanya berhenti pada saat presiden yang berkeinginan, tapi berkesinambungan siapapun nanti. Jangka panjang ke depan, sampai 20-30 tahun lagi, ada rencana pembangunan yang harus diselesaikan,” tegasnya.

Pandangan itu juga ia kaitkan dengan pembangunan infrastruktur berskala besar. Salah satunya rencana Giant Sea Wall di kawasan pantai utara Pulau Jawa.

Ijeck menilai proyek tersebut memiliki fungsi strategis untuk menghadapi abrasi dan melindungi kawasan pesisir. Wilayah tersebut juga menjadi ruang hidup masyarakat sekaligus lokasi berbagai aktivitas industri.

“Giant Sea Wall ini juga sangat baik untuk terjadinya abrasi di pesisir pantai utara Pulau Jawa. Di sana juga banyak sumber kehidupan masyarakat dan banyak sumber pabrik-pabrik industri. Ini juga harus direncanakan dari sekarang,” ujarnya.

Menurut Ijeck, pembangunan seperti Giant Sea Wall membutuhkan perencanaan panjang karena dampaknya tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur. Proyek tersebut juga menyentuh aspek perlindungan masyarakat, kegiatan ekonomi, dan keberlanjutan kawasan pesisir.

Karena itu, ia berharap pemerintah menjaga konsistensi antara perencanaan dan pelaksanaan. Program yang telah ditetapkan perlu memiliki target yang jelas serta dapat dilanjutkan oleh pemerintahan berikutnya.

Ijeck menilai kesinambungan tersebut akan menentukan keberhasilan berbagai agenda nasional. Infrastruktur, pendidikan, kesehatan, kualitas SDM, ekonomi masyarakat, dan perlindungan pesisir dapat memberikan manfaat lebih besar jika dibangun dalam satu arah kebijakan jangka panjang.

Penulis :
Khalied Malvino
FLOII 2026