
Pantau - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengirimkan bantuan kemanusiaan sekaligus mengerahkan tim asesmen infrastruktur untuk mendukung penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pada tahap awal penanganan bencana, ITS mengerahkan dua tim dengan tugas berbeda, yakni menyalurkan bantuan kemanusiaan dan memeriksa kondisi bangunan serta infrastruktur terdampak gempa.
Rektor ITS Prof Dr Bambang Pramujati mengatakan pembagian tugas tersebut dilakukan agar kebutuhan mendesak masyarakat dan kondisi infrastruktur dapat ditangani secara bersamaan.
"ITS mengerahkan dua tim pada tahap awal penanganan bencana, yakni tim yang membawa dan menyalurkan bantuan kemanusiaan serta tim yang melakukan asesmen terhadap kondisi bangunan dan infrastruktur terdampak," ungkap Bambang.
ITS Petakan Bangunan yang Tidak Aman Digunakan
Menurut Bambang, asesmen infrastruktur diperlukan untuk mengetahui kondisi bangunan setelah terdampak gempa, terutama untuk menentukan bangunan yang masih aman digunakan maupun yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Hasil asesmen tersebut diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih pasti kepada pemerintah dalam menentukan langkah perbaikan terhadap bangunan terdampak.
"Karena gempa itu merusak gedung-gedung, sehingga kita harus tahu kira-kira gedung apa yang sudah tidak aman digunakan. Nanti pemerintah punya informasi yang lebih pasti apa yang harus dilakukan dalam perbaikan," kata Bambang.
Bambang menegaskan keterlibatan ITS dalam penanganan bencana di NTT tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan jangka pendek.
Keahlian akademik dan teknologi yang dimiliki ITS diharapkan dapat dimanfaatkan untuk membantu proses pemulihan masyarakat sekaligus infrastruktur pascabencana.
Perwakilan Ikatan Alumni ITS (IKA ITS), Adi Dharma, mengatakan penanganan bencana dilakukan melalui kolaborasi multipihak yang melibatkan ITS, IKA ITS, alumni ITS di daerah, serta Yayasan Manarul Ilmi ITS (YMI ITS).
Pemerintah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), badan usaha milik negara (BUMN), dan sejumlah mitra lainnya turut terlibat dalam penanganan bencana tersebut.
Pelaksanaan kolaborasi dibagi menjadi dua jalur utama, yakni jalur kemanusiaan untuk distribusi logistik berdasarkan kebutuhan darurat masyarakat serta jalur teknis untuk melakukan penilaian cepat atau rapid assessment terhadap infrastruktur strategis terdampak gempa.
"Model kolaborasi kita lintas kementerian ini dengan kolaborasi bantuan kemanusiaan, keahlian teknis yang dibina ITS," ungkap Adi.
Empat Truk Bantuan Disalurkan ke Sembilan Titik
Pada tahap awal penyaluran bantuan, empat truk bermuatan logistik diberangkatkan menuju wilayah terdampak gempa.
Bantuan tersebut awalnya ditargetkan untuk didistribusikan ke enam titik, tetapi perkembangan kondisi di lapangan membuat cakupan penyaluran bertambah menjadi sembilan titik.
Sembilan titik distribusi itu mencakup wilayah Manggarai, Manggarai Timur, hingga sejumlah lokasi di Flores.
Bantuan yang dikirimkan meliputi sembako, tenda darurat, selimut, perlengkapan shelter, kebutuhan permukiman sementara, obat-obatan, serta berbagai kebutuhan logistik medis.
Distribusi bantuan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat di setiap titik terdampak.
ITS Siapkan Tim Lanjutan untuk Lima Kabupaten
Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS Fadlilatul Taufany, S.T., Ph.D., menegaskan penanganan bencana oleh ITS tidak berhenti pada tahap awal.
ITS telah menyiapkan pengiriman sejumlah tim lanjutan sekaligus mengalokasikan anggaran untuk memperluas cakupan bantuan dan penanganan masyarakat terdampak.
Pada tahap kedua, ITS akan memfokuskan penanganan di lima kabupaten di NTT, yakni Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ende, Nagekeo, dan Sikka.
"Di ITS sendiri juga akan mengalokasikan anggaran. Kita akan mengirimkan beberapa tim lagi. Di tahap kedua kita akan fokus di lima kabupaten, yakni Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ende, Nagekeo, dan Sikka," kata Fadlilatul.
Pada tahap lanjutan, ITS akan memperkuat distribusi kebutuhan pokok dan obat-obatan serta mendirikan posko untuk mendukung operasional dapur umum di wilayah terdampak.
ITS juga menyiapkan program pemulihan trauma atau trauma healing dengan melibatkan sejumlah sivitas akademika, termasuk pihak dari Fakultas Kedokteran dan Kesehatan.
Paket logistik yang disiapkan tidak hanya berisi kebutuhan pokok, tetapi juga obat-obatan dan vitamin yang dibutuhkan masyarakat terdampak.
Jumlah bantuan yang disalurkan diharapkan terus bertambah dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat yang ditemukan di lapangan.
YMI ITS Galang Donasi untuk Pemulihan Jangka Panjang
Ketua YMI ITS Triyanto menilai penanganan gempa di NTT membutuhkan dukungan jangka panjang karena proses pemulihan masyarakat tidak dapat diselesaikan hanya melalui penyaluran bantuan tahap awal.
YMI ITS akan kembali memperkuat kampanye penggalangan donasi yang menyasar seluruh keluarga besar ITS, mulai dari mahasiswa, alumni, dosen, hingga karyawan.
Triyanto menilai penanganan dan pemulihan membutuhkan dukungan berkelanjutan karena belum dapat dipastikan berapa lama masyarakat terdampak memerlukan bantuan.
"Ini butuh stamina yang panjang, karena kita tidak tahu harus melakukan treatment sampai berapa bulan. Otomatis ini membutuhkan dana yang sangat besar," ungkap Triyanto.
Triyanto berharap semakin banyak masyarakat mengetahui kondisi korban gempa di NTT sehingga tergerak memberikan bantuan untuk mendukung proses penanganan dan pemulihan.
- Penulis :
- Shila Glorya




