
Pantau - Jajaran TNI Angkatan Udara (TNI AU) telah mendistribusikan total 729 ton bantuan logistik kepada masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Berdasarkan keterangan resmi TNI AU, jumlah tersebut merupakan akumulasi bantuan yang dikirim selama 15 hari berturut-turut hingga Sabtu, 29 Agustus 2026.
Penyaluran ratusan ton logistik itu menjadi bagian dari dukungan TNI AU dalam membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa penanganan bencana gempa di NTT.
Lanud Halim Jadi Titik Penting Distribusi Bantuan
Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana menjelaskan mayoritas bantuan logistik untuk korban gempa NTT dikirim dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Lanud Halim Perdanakusuma menjadi titik penting dalam proses distribusi karena turut difungsikan sebagai salah satu posko penerimaan bantuan bagi korban gempa NTT di Jakarta.
Bantuan yang terkumpul di Lanud Halim Perdanakusuma kemudian diterbangkan menuju wilayah terdampak menggunakan berbagai jenis pesawat angkut milik TNI AU.
Armada yang dikerahkan dalam pengiriman bantuan tersebut antara lain pesawat Hercules C-130.
TNI AU juga mengerahkan A400M, pesawat terbesar yang dimiliki TNI AU, untuk membantu proses pengangkutan dan distribusi logistik ke wilayah terdampak.
TNI AU Lanjutkan Pengiriman hingga Kondisi NTT Pulih
Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Ali Gusman mengatakan aktivitas pengiriman bantuan logistik dari Lanud Halim Perdanakusuma masih terus berlangsung.
"Kami ingin masyarakat NTT tahu bahwa mereka tidak sendiri. TNI AU akan terus berupaya mendukung penyaluran bantuan selama masih dibutuhkan," kata Ali Gusman.
TNI AU memastikan distribusi bantuan akan dilanjutkan selama masyarakat terdampak gempa di NTT masih membutuhkan dukungan.
Penyaluran bantuan juga akan terus dilakukan untuk membantu masyarakat hingga kondisi di NTT berangsur pulih.
Distribusi 729 ton logistik tersebut menjadi bagian dari upaya TNI AU mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak gempa di NTT selama masa penanganan bencana.
- Penulis :
- Shila Glorya




