HOME  ⁄  Nasional

Pemprov Bali Kirim Sembilan Truk Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemprov Bali Kirim Sembilan Truk Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Foto: (Sumber :Pemprov Bali bersama pemerintah kabupaten/kota dan Korem 163/Wira Satya saat penyaluran bantuan logistik lanjutan penanganan pascbencana NTT di Denpasar, Senin (31/8/2026). (ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari).)

Pantau - Pemerintah Provinsi Bali kembali menyalurkan bantuan logistik menggunakan sembilan truk untuk membantu penanganan pascabencana gempa bumi Magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (31/8/2026).

Bantuan yang dihimpun bersama pemerintah kabupaten dan kota se-Bali itu dikirim dengan dukungan Komando Resor Militer (Korem) 163/Wira Satya melalui jalur darat dan laut menuju posko penerimaan bantuan di Labuan Bajo, NTT.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan kebutuhan mendesak masyarakat terdampak gempa mencakup makanan, pakaian, obat-obatan, dan berbagai kebutuhan sehari-hari.

“Kebutuhan yang paling mendesak di sana itu konsumsi makanan, ada pakaian, obat-obatan, dan berbagai jenis kebutuhan sehari-hari yang diperlukan oleh para korban,” kata Koster di Denpasar.

Bantuan logistik yang dikirim meliputi beras, mi instan, air mineral, biskuit, suplemen, hingga bumbu dapur.

“Kita berbagi rasa terhadap saudara kita di NTT yang sedang mengalami musibah bencana alam yang tentu saja berdampak sangat berat bagi kehidupan masyarakat di sana, kita bisa merasakannya, apalagi medannya begitu sulit,” ujar Koster.

Selain mengirim kebutuhan pokok, Pemprov Bali masih menempatkan tim kesehatan dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali yang terdiri atas dokter dan perawat untuk mendukung penanganan medis di wilayah terdampak gempa.

Pengiriman tersebut merupakan bantuan tahap lanjutan setelah sebelumnya Koster bersama Gubernur NTB mendatangi lokasi bencana dan menyerahkan bantuan awal senilai Rp1 miliar.

Koster mengatakan komunikasi dengan pemerintah daerah NTT terus dilakukan untuk memantau kebutuhan masyarakat terdampak.

“Nanti kita lihat perkembangannya di sana, saya selalu koordinasi sama Pak Gubernur NTT,” ucap Koster.

Pemprov Bali membuka peluang melibatkan sektor swasta dalam penggalangan bantuan berikutnya setelah melihat respons positif aksi kemanusiaan di lingkungan pemerintah daerah.

“Ini dari pemerintahan yang digalang oleh Pak Danrem, dan terutama di Kota Denpasar oleh Pak Wali Kota, nanti kita galang juga yang swasta,” kata Koster.

Pemprov Bali juga meminta seluruh personel dan pengemudi mengutamakan keselamatan karena perjalanan pengiriman bantuan membutuhkan waktu hingga tiga hari dua malam.

Koster turut memberikan uang saku operasional kepada masing-masing armada yang membawa bantuan menuju NTT.

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan Pemerintah Kota Denpasar ikut berkontribusi melalui gotong royong aparatur sipil negara yang berhasil menghimpun dana sebesar Rp700 juta.

“Dari Rp700 juta itu, sebanyak Rp150 juta kita ikutkan berupa sembako dulu, yang Rp550 juta rencana kami koordinasi langsung apakah itu berupa uang atau yang lain,” ujarnya.

Pemkot Denpasar juga memperoleh informasi bahwa masyarakat NTT membutuhkan seragam dan perlengkapan sekolah sehingga koordinasi dengan pemerintah setempat terus dilakukan agar bantuan tepat sasaran.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026