HOME  ⁄  Nasional

Samuel Wattimena Dorong Pemkab Tabanan Buka Kolaborasi UMKM Lokal dengan Nuanu Creative City

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Samuel Wattimena Dorong Pemkab Tabanan Buka Kolaborasi UMKM Lokal dengan Nuanu Creative City
Foto: (Sumber :Samuel Wattimena saat mengikuti rapat dengan Kementerian UMKM, Kementerian Ekonomi Kreatif, Pemerintah Provinsi Bali di Tabanan, Bali, pada Jumat (28/08/2026). Foto: Safitri/Karisma .)

Pantau - Anggota Komisi VII DPR RI Samuel JD Wattimena mendorong Pemerintah Kabupaten Tabanan dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) memperkuat kolaborasi dengan Nuanu Creative City untuk membuka akses pasar dan peluang usaha yang lebih luas bagi pelaku UMKM serta ekonomi kreatif lokal.

Samuel menilai pertumbuhan kawasan kreatif di Tabanan perlu memberikan manfaat tidak hanya bagi sektor swasta, tetapi juga melibatkan lebih banyak pelaku ekonomi kreatif dari masyarakat setempat.

Dorongan tersebut disampaikan Samuel saat melakukan kunjungan ke Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, Jumat, 28 Agustus 2026.

Pemkab Tabanan Diminta Aktif Petakan UMKM

Samuel menilai Nuanu memiliki potensi dan visi yang baik dalam mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif meskipun kawasan tersebut dikelola sektor swasta.

“Jadi kalau menurut saya, Nuanu ini kan salah satu tempat yang punya potensi dan visi yang baik ya. Tapi Nuanu ini kan private sector. Nah, saya sih tadi mempertanyakan Nuanu yang telah menampung sekian puluh atau ratus UMKM dari lokal, sejauh mana sebetulnya Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah), kemudian pemerintah Kabupaten Tabanan itu sendiri sudah taping dengan Nuanu,” kata Samuel.

Menurut Samuel, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif pada dasarnya telah tumbuh secara mandiri sehingga keberadaan kawasan seperti Nuanu dapat dimanfaatkan untuk mempertemukan kebutuhan pasar dengan produk dan karya masyarakat lokal.

“Karena Nuanu sendiri sebetulnya sangat terbuka dan win-win solution, sangat diuntungkan. Karena kalau para penggerak UMKM, penggerak ekonomi kreatif, ini kan mereka sudah tumbuh sendiri dari nol. Nah, kemudian pertumbuhan mereka itu saat ini ada lokasi loh yang bisa bekerja sama, sama mereka,” ujarnya.

Samuel meminta pemerintah daerah lebih proaktif mendata UMKM yang berpotensi masuk ke dalam ekosistem Nuanu serta menjalin komunikasi secara berkala mengenai kebutuhan produk dan jasa di kawasan tersebut.

“Jadi, ini adalah sesuatu yang saling menguntungkan. Nah, persoalannya apakah kemudian pemerintah daerah ini punya data-data apa yang sekiranya bisa masuk ke Nuanu? Apakah pemerintah daerah kemudian juga interaktif atau proaktif bertanya pada Nuanu apa aja sih yang diperlukan di lokasi seluas 40 sekian hektare ini? Kan mereka terus bertumbuh nih. Nah, pertumbuhan ini tentunya kan bisa dikomunikasikan,” ungkapnya.

Potensi Ekonomi Kreatif Bali Dinilai Kuat

Samuel menilai penguatan kolaborasi diperlukan agar perkembangan kawasan ekonomi kreatif ikut menciptakan pasar dan peluang usaha baru bagi masyarakat lokal.

Menurutnya, Bali memiliki modal kuat untuk mengembangkan ekonomi kreatif karena kreativitas telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan berkembang selama puluhan hingga ratusan tahun.

“Bali sih sudah menurut saya salah satu dari yang paling top. Kalau nggak bisa dibilang yang paling top. Karena masalahnya Bali ini terhadap karya kreatif ini kan sudah berkembangnya udah puluhan bahkan ratusan tahun,” katanya.

Samuel berharap potensi tersebut terus dikembangkan melalui sinergi pemerintah, sektor swasta, dan pelaku ekonomi kreatif agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat daerah.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026