HOME  ⁄  Nasional

Abdul Mu’ti Pastikan Pemerintah Mulai Perbarui Buku Ajar, Muatan STEM dan Pendidikan Karakter Diperkuat

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Abdul Mu’ti Pastikan Pemerintah Mulai Perbarui Buku Ajar, Muatan STEM dan Pendidikan Karakter Diperkuat
Foto: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti ditemui seusai Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Kompleks Parlemen Jakarta, Jumat 14/8/2026 (sumber: ANTARA/Fath Putra Mulya)

Pantau - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti memastikan pemerintah telah memulai pembaruan buku ajar nasional dengan memperkuat pendidikan nilai dan karakter, muatan STEM, serta menyesuaikannya dengan standar isi dan konsep pembelajaran mendalam atau deep learning.

Rencana penulisan ulang buku-buku pelajaran tersebut disebut telah disiapkan Kemendikdasmen sejak sebelum adanya arahan Presiden RI Prabowo Subianto.

"Sebelum ada arahan Presiden, memang sudah ada perencanaan untuk melakukan penulisan ulang buku-buku teks yang selama ini dipakai," kata Abdul Mu’ti.

Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti setelah menghadiri Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya oleh Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

STEM dan Pendidikan Karakter Diperkuat

Abdul Mu’ti menjelaskan, salah satu pertimbangan dalam penyusunan ulang buku pelajaran adalah memastikan muatan pendidikan nilai dan pendidikan karakter semakin kuat.

Selain itu, pemerintah ingin meningkatkan muatan STEM yang mencakup sains, teknologi, teknik, dan matematika dalam materi pembelajaran.

"Penekanan pada STEM sesuai arahan bapak Presiden," tegas Abdul Mu’ti.

Penyusunan ulang juga dilakukan untuk mengakomodasi perubahan standar isi buku yang telah ditentukan Kemendikdasmen.

Buku-buku pelajaran nantinya juga diarahkan agar semakin selaras dengan konsep pembelajaran mendalam atau deep learning.

Abdul Mu’ti memastikan proses pembaruan sudah berjalan melalui evaluasi terhadap buku-buku pelajaran yang digunakan saat ini.

"Evaluasi bukunya sudah berjalan dan beberapa buku juga sudah siap untuk nanti dicetak," ungkapnya.

Prabowo Soroti Kondisi Buku Pelajaran

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan pemerintah terus mematangkan pembaruan buku ajar nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Menurut Teddy, evaluasi tersebut juga berkaitan dengan temuan Presiden Prabowo saat memeriksa langsung buku-buku pelajaran di sejumlah sekolah.

Presiden menemukan sejumlah aspek yang dinilai perlu diperbaiki, mulai dari kualitas bahan buku, kondisi fisik buku hingga ukuran tulisan.

"Saat mengecek buku pelajaran, itu beliau lihat satu persatu, kemudian kok ada yang bahannya mudah rusak, ada yang sudah rusak juga, kemudian tulisannya kecil-kecil, sehingga anak-anak SD, khususnya, bacanya sangat dekat. Kemudian, ya, kalau dibaca kurang baik sehingga atas dasar itu, beliau mau cek buku-buku dari SD sampai SMA semuanya," jelas Teddy.

Ukuran tulisan yang terlalu kecil menjadi salah satu perhatian karena membuat siswa sekolah dasar harus membaca dari jarak sangat dekat.

Atas temuan tersebut, Prabowo ingin buku-buku pelajaran dari tingkat SD hingga SMA diperiksa secara menyeluruh.

Setelah mempelajari buku yang digunakan di Indonesia, Prabowo juga menginstruksikan agar pemerintah membandingkannya dengan buku ajar dari negara-negara tetangga.

Perbandingan tersebut akan menjadi bagian dari evaluasi pemerintah untuk meningkatkan isi sekaligus kualitas fisik buku pelajaran nasional.

Penulis :
Arian Mesa