HOME  ⁄  Nasional

Erick Thohir Tegaskan Pramuka Masuk Struktur Inti Pendidikan untuk Perkuat Karakter Generasi Muda

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Erick Thohir Tegaskan Pramuka Masuk Struktur Inti Pendidikan untuk Perkuat Karakter Generasi Muda
Foto: Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir didampingi Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Budi Waseso memberikan keterangan dalam konferensi pers selepas pembukaan rangkaian Jambore Nasional XII di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta, Jumat 14/8/2026 (sumber: ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo)

Pantau - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyatakan Gerakan Pramuka kini diposisikan sebagai bagian dari struktur inti pendidikan nasional untuk memperkuat pembentukan karakter generasi muda Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Erick dalam konferensi pers setelah pembukaan rangkaian Jambore Nasional XII di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

Erick hadir dalam acara tersebut mewakili Presiden RI Prabowo Subianto.

Pramuka Diarahkan Masuk Struktur Pendidikan

Menurut Erick, Presiden Prabowo memberikan pesan yang jelas mengenai pentingnya Pramuka dalam pembangunan karakter generasi muda.

"Pesan Bapak Presiden jelas, dalam membangun karakter kepemudaan, Pramuka adalah bagian terpenting. Tidak lagi Pramuka ini menjadi ekstrakurikuler, tetapi harus menjadi bagian dari struktur kependidikan," ungkap Erick.

Dengan kebijakan tersebut, Pramuka diarahkan tidak lagi sekadar menjadi kegiatan ekstrakurikuler, tetapi menjadi bagian yang terintegrasi dengan struktur pendidikan.

Integrasi Pramuka direncanakan mencakup seluruh jenjang pendidikan formal, mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, hingga pendidikan tinggi.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka dalam waktu dekat akan melakukan konsolidasi untuk mempersiapkan peta jalan pengembangan Pramuka.

Peta jalan tersebut ditujukan agar gerakan kepanduan Pramuka semakin eksis, berkembang, dan memainkan peran lebih besar dalam pendidikan karakter generasi bangsa.

Kemenpora Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Erick juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengarahkan potensi bonus demografi Indonesia menuju arah yang positif.

Kolaborasi tersebut dinilai semakin penting menjelang momentum peringatan 100 Tahun Sumpah Pemuda.

"Ini bukan eranya lagi kita bekerja sendiri-sendiri, ini eranya kita bekerja sama menjadi satu kekuatan agar bonus demografi Indonesia ini menuju ke arah yang baik. Tanggung jawab kami di Kemenpora adalah mengonsolidasikan seluruh kemampuan agar Pramuka dikembalikan kepada khitahnya sebagai alat pembangunan karakter bangsa dan masuk ke program inti," kata Erick.

Kemenpora akan mengambil peran dalam mengonsolidasikan berbagai kemampuan dan pemangku kepentingan agar Pramuka kembali menjalankan fungsi utamanya sebagai sarana pembangunan karakter bangsa.

Kwarnas Kaitkan Pramuka dengan Indonesia Emas 2045

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Budi Waseso turut menegaskan bahwa pembentukan karakter melalui Pramuka merupakan hal wajib bagi generasi muda dan tidak dapat dipisahkan dari sistem pendidikan.

Menurut Budi, Kwarnas membutuhkan kerja sama berbagai kementerian dan lembaga untuk merealisasikan penguatan posisi Pramuka dalam pendidikan nasional.

Kementerian dan lembaga tersebut antara lain Kemenpora, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Kerja sama antarlembaga diperlukan terutama untuk menyusun dan menyesuaikan kurikulum Pramuka dengan sistem pendidikan.

Budi mengaitkan penguatan pendidikan karakter melalui Pramuka dengan target Indonesia Emas 2045.

"Ya kita berharap 2045 seperti tadi harapan Pak Presiden, Generasi Emas itu bisa kita wujudkan betul-betul real, terwujud Generasi Emas itu," kata Budi.

Jambore Nasional XII berlangsung pada 13-20 Agustus 2026 di Buperta Cibubur, Jakarta.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 25.000 peserta yang berasal dari 35 provinsi di seluruh Indonesia.

Pembukaan rangkaian Jambore Nasional XII turut dimeriahkan dengan parade bendera oleh para peserta.

Penulis :
Leon Weldrick