
Pantau - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mendorong Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (MBS) Kertek di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, menjadi salah satu pusat pengembangan pendidikan karakter serta Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Keinginan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti setelah meresmikan Pondok Pesantren Modern MBS Kertek di Wonosobo pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Abdul Mu’ti menilai sistem pendidikan berbasis asrama memiliki keunggulan dalam membentuk karakter peserta didik karena kehidupan di lingkungan pesantren tidak hanya memberikan pembelajaran akademik.
Para santri juga menjalani pembiasaan nilai-nilai Islam, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemandirian dalam kehidupan sehari-hari.
Integrasikan Pendidikan Agama, Karakter, dan STEM
Abdul Mu’ti mendorong pendidikan di MBS Kertek terus dikembangkan dengan mengintegrasikan pendidikan agama, pendidikan karakter, serta penguasaan sains dan teknologi.
Ia berharap MBS Kertek tetap menjadi lembaga yang memberikan layanan pendidikan unggul sekaligus menghasilkan generasi dengan keimanan, ilmu pengetahuan, akhlak mulia, keterampilan, dan kemampuan kepemimpinan.
"Kami berharap agar pondok pesantren ini tetap menjadi layanan pendidikan yang unggul dan dapat mencetak generasi yang beriman, berilmu dan berakhlak mulia, yang terampil dan juga punya kemampuan kepemimpinan untuk memajukan bangsa dan negara," katanya.
Gedung Empat Lantai Dibangun dengan Anggaran Rp6,6 Miliar
Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kertek, Oni Ferianto, menjelaskan MBS Kertek telah berdiri sejak 2017.
Peresmian oleh Mendikdasmen Abdul Mu’ti kali ini berkaitan dengan pembangunan gedung MBS Kertek tahap ketiga.
Gedung MBS Kertek tersebut memiliki empat lantai dan diselesaikan dalam waktu 150 hari kerja.
Menurut Oni, pembangunan gedung beserta berbagai fasilitas lainnya menghabiskan anggaran sekitar Rp5 miliar.
Pembelian tanah membutuhkan anggaran Rp1,6 miliar sehingga keseluruhan anggaran pembangunan dan pengadaan lahan mencapai Rp6,6 miliar.
"Gedung MBS lantai 4 dengan jangka waktu pengerjaan 150 hari kerja dengan menelan anggaran Rp5 miliar untuk bangunannya beserta fasilitas lain, kemudian untuk pembelian tanah Rp1,6 miliar, total Rp6,6 miliar," katanya.
MBS Kertek Siapkan Program Belajar ke Kairo dan Madinah
Oni mengatakan MBS Kertek juga telah memiliki program pembelajaran ke luar negeri, khususnya ke Kairo dan Madinah.
Program tersebut direncanakan mulai berjalan pada tahun ajaran 2027/2028 dengan memberangkatkan sekitar empat hingga enam anak untuk belajar ke luar negeri.
"Insyaallah mulai tahun depan 2027/2028 kita memberangkatkan 4-6 anak untuk belajar ke luar negeri, dan kami harapkan hasil yang kita lakukan dan hasilkan dari MBS ini bisa bermanfaat untuk masyarakat Wonosobo dan sekitarnya dan untuk umat pada umumnya," katanya.
Melalui pengembangan fasilitas, pendidikan karakter, penguasaan STEM, serta program pembelajaran ke luar negeri, MBS Kertek diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Wonosobo dan sekitarnya serta umat secara umum.
- Penulis :
- Shila Glorya



