
Pantau - Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Satya Hangga Yudha Widya Putra menilai pengelolaan sumber daya alam (SDA) strategis Indonesia perlu dibarengi penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) nasional untuk memperkuat kedaulatan negara.
Hangga menyampaikan pandangan tersebut dalam acara Indonesia Day: Rethinking Economic Sovereignty yang diselenggarakan NYU Alumni Club Indonesia dan Columbia Society Indonesia di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Menurut Hangga, tantangan terhadap kedaulatan negara tidak hanya berkaitan dengan pertahanan dan keamanan, tetapi juga mencakup ekonomi, energi, teknologi, industri, serta ketahanan rantai pasok.
"Oleh karena itu, penguatan kapasitas nasional dalam mengelola sumber daya strategis secara mandiri menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga dan memperkuat kedaulatan Indonesia," ujar Hangga.
SDM Menjadi Fondasi Pengelolaan SDA
Hangga mengatakan Indonesia memiliki kekayaan sumber daya energi dan mineral yang besar, tetapi potensi tersebut perlu ditopang kemampuan nasional dalam mengolah sumber daya dan meningkatkan nilai tambah.
Pengembangan teknologi dan pembangunan industri yang mampu memanfaatkan SDA secara berkelanjutan juga dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas nasional.
"Kita tidak cukup hanya memiliki sumber daya alam. Kita harus memiliki kemampuan untuk mengolahnya dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri. Karena itu, pengembangan SDM menjadi sangat penting. Kita membutuhkan generasi yang memiliki kompetensi untuk mengelola ESDM, menguasai teknologi, dan mendorong tumbuhnya industri nasional," jelasnya.
Hangga menilai kemampuan industri dan penguasaan teknologi merupakan bagian dari upaya memperkuat kedaulatan nasional di tengah perkembangan lingkungan strategis global.
Kolaborasi Lintas Sektor Didorong
Forum tersebut mempertemukan berbagai kalangan untuk membahas penguatan kedaulatan ekonomi Indonesia di tengah perubahan teknologi, dinamika geopolitik, serta tantangan ketahanan energi dan industri.
Pembahasan mencakup sejumlah isu strategis, antara lain advanced manufacturing, economic growth, energy security, industrial transformation, dan geopolitical resilience.
Hangga berharap Indonesia Day 2026 menjadi momentum memperkuat kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, profesional, serta komunitas alumni dalam membangun perspektif mengenai masa depan kedaulatan ekonomi Indonesia.
"Melalui dialog lintas sektor, berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat mendorong gagasan dan kolaborasi yang lebih konkret untuk memperkuat ketahanan ekonomi, energi, teknologi, dan industri nasional," sebutnya.
- Penulis :
- Gerry Eka



