
Pantau - Pasar Pagi Nusantara Cultural Fair Day menghadirkan beragam produk dan karya budaya Indonesia, mulai barang antik, buku tua, keris, kriya, kuliner warisan budaya hingga pertunjukan seni di Jakarta, Minggu (16/8/2026).
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan kegiatan yang digelar bersamaan dengan Car Free Day tersebut menampilkan sejumlah koleksi yang telah melalui proses kurasi.
"Kegiatan ini juga terdapat beberapa agenda, antara lain ada pameran Pasar Pagi, sekaligus memperkenalkan barang-barang jadulan, antik, buku-buku tua, keris, kemudian ada juga kria yang sudah dikurasi, dan juga makanan-makanan yang sudah merupakan warisan budaya tak benda Indonesia (WBTB)," kata Fadli Zon.
Kehadiran berbagai produk tersebut menjadikan Pasar Pagi Nusantara sebagai ruang pertemuan masyarakat dengan beragam bentuk warisan budaya Indonesia.
Seni dan Generasi Muda Meriahkan Kegiatan
Kegiatan melukis dan membuat sketsa turut digelar, sementara pertunjukan musik serta tari menambah ragam aktivitas budaya yang dapat dinikmati masyarakat.
Generasi muda juga dilibatkan melalui flash mob, termasuk para peserta yang selama ini berlatih tari di Museum Nasional.
"Jadi kita juga tadi lihat ada Mbak Happy Salma sama Mbak Rosmala menari, dan juga ada flash mob dari anak-anak muda, generasi muda kita yang selama ini berlatih tari di Museum Nasional," ujar Fadli.
Kementerian Kebudayaan berharap keterlibatan masyarakat dan generasi muda dapat memperluas ruang interaksi sekaligus pengenalan terhadap kekayaan budaya Indonesia.
Kemenbud Dorong Cultural Fair Day Digelar Rutin
Kemenbud berharap Cultural Fair Day dapat diselenggarakan secara rutin, salah satunya setiap bulan pada akhir pekan bersamaan dengan pelaksanaan Car Free Day.
Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memberikan ruang lebih luas kepada pelaku UMKM, terutama usaha yang menghasilkan produk berkaitan dengan kebudayaan.
"Kita berharap nanti Cultural Fair Day ini bisa kita lakukan agak rutin gitu, mungkin satu bulan sekali pas hari minggu gitu ya, untuk memberi kesempatan juga pada UMKM terutama yang terkait dengan budaya," harap Fadli.
Konsep tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekonomi budaya dengan menempatkan kebudayaan tidak hanya sebagai warisan yang dilestarikan, tetapi juga sebagai aktivitas ekonomi yang melibatkan masyarakat.
- Penulis :
- Gerry Eka



