HOME  ⁄  Nasional

Pemkot Bandung Kembangkan Delapan Kawasan Wisata Kreatif Berbasis Potensi Lokal

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pemkot Bandung Kembangkan Delapan Kawasan Wisata Kreatif Berbasis Potensi Lokal
Foto: Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Adi Junjunan Mustafa saat memberikan keterangan di Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (27/9/2026).

Pantau - Pemerintah Kota Bandung mengembangkan delapan Kawasan Wisata Kreatif (KWK) dengan mengintegrasikan potensi wisata, ekonomi kreatif, seni budaya, sejarah, dan produk unggulan masyarakat untuk memperkuat sektor pariwisata berbasis potensi lokal.

Delapan kawasan tersebut meliputi KWK Cigadung, KWK Braga, KWK Rajut Binong, KWK Terpadu Gedebage, KWK Literasi Cinambo, KWK Kawasan Tekstil Cigondewah, KWK Pasirkunci, serta KWK Cibaduyut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Adi Junjunan Mustafa mengatakan pengembangan kawasan wisata membutuhkan keterlibatan berbagai sektor dan tidak dapat hanya mengandalkan satu perangkat daerah.

“Pengembangan pariwisata tidak dapat hanya menjadi tanggung jawab satu perangkat daerah, karena membutuhkan dukungan dari berbagai sektor,” kata Adi di Bandung, Minggu, 27 September 2026.

Infrastruktur Kawasan Wisata Jadi Perhatian

Menurut Adi, pengembangan delapan KWK berkaitan dengan sejumlah aspek pendukung, termasuk kondisi infrastruktur, penerangan jalan, pengelolaan ruang publik, hingga kelancaran lalu lintas.

Pemkot Bandung menilai kondisi jalan menuju kawasan wisata perlu dipelihara, sementara penerangan jalan dan ruang publik juga harus ditata untuk memberikan kenyamanan kepada pengunjung.

Penanganan persoalan kemacetan di sekitar destinasi turut membutuhkan kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah.

“Kalau jalan menuju kawasan wisata bagus, lampu penerangan jalannya juga bagus dan terang, kemudian kemacetan bisa dihindari, itu semuanya membutuhkan kolaborasi,” katanya.

Delapan Kawasan Angkat Karakter Masyarakat

Adi menjelaskan setiap KWK dikembangkan dengan mengangkat karakter dan potensi masyarakat di masing-masing wilayah sehingga pariwisata tidak hanya bertumpu pada daya tarik destinasi.

KWK Cigadung, misalnya, dikembangkan melalui konsep pariwisata berbasis masyarakat dengan potensi utama pada sektor seni dan budaya.

Sementara itu, KWK Braga dikembangkan dengan mempertahankan karakter kawasan sebagai pusat seni, sejarah, dan cagar budaya di Kota Bandung.

Pengembangan kawasan lainnya juga diarahkan untuk mengoptimalkan potensi khas masing-masing wilayah, termasuk rajut di Binong, tekstil di Cigondewah, literasi di Cinambo, serta potensi industri dan wisata lokal di Cibaduyut, Pasirkunci, dan Gedebage.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026