HOME  ⁄  Nasional

Tim Ahli Internasional Tinjau Pembangunan Way Kambas untuk Perkuat Konservasi Gajah Sumatra

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Tim Ahli Internasional Tinjau Pembangunan Way Kambas untuk Perkuat Konservasi Gajah Sumatra
Foto: Tim ahli konservasi internasional bersama Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra meninjau percepatan pembangunan sarana dan prasarana kawasan konservasi di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur.

Pantau - Tim ahli konservasi internasional bersama Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra meninjau percepatan pembangunan sarana dan prasarana Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, guna memastikan pengembangan kawasan tetap memenuhi prinsip konservasi.

Peninjauan melibatkan delegasi Elephant Nature Park (ENP) Thailand, Saengduean Chailert, serta tim ahli Wilderness (PT Living Landscapes Indonesia) yang dipimpin Keren Brooks.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai rencana dan mendukung pengembangan TNWK sebagai salah satu pusat konservasi gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) bertaraf dunia.

Pembangunan Way Kambas Diawasi Tim Internasional

Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra TNWK Brigjen TNI Sriyanto mengatakan pendampingan tim ahli internasional menjadi bagian dari upaya menyelaraskan pembangunan dengan kebutuhan konservasi.

"Peninjauan progres percepatan pembangunan Taman Nasional Way Kambas oleh Tim ENP Thailand dan Tim Wilderness merupakan bentuk perhatian dan koordinasi dalam rangka memastikan perkembangan pembangunan sarana dan prasarana di kawasan TNWK berjalan sesuai rencana dan target yang telah ditetapkan," katanya.

Sriyanto menegaskan koordinasi lintas pihak diperlukan agar pembangunan tepat sasaran tanpa mengabaikan karakteristik kawasan konservasi.

Percepatan pembangunan juga dilakukan dengan memperhatikan aspek teknis, lingkungan, keamanan, dan manfaat bagi masyarakat sekitar.

"Komunikasi dan koordinasi yang erat menjadi kunci agar target besar pemerintah dapat terwujud tanpa terhambat kendala teknis," ujarnya.

Transformasi TNWK tidak hanya diarahkan pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kesejahteraan gajah sumatra dan penguatan sistem mitigasi interaksi antara manusia dan satwa.

Fasilitas yang dikembangkan mencakup penyediaan air bersih, tempat tinggal yang layak bagi gajah, sistem mitigasi berlapis, serta sarana wisata edukasi ramah lingkungan.

TNWK Dikembangkan sebagai Model Konservasi Dunia

Salah satu fasilitas yang dikembangkan adalah skywalk terintegrasi dengan menara pandang agar pengunjung dapat memperoleh pengalaman wisata dan edukasi tanpa mengganggu habitat satwa.

Masyarakat sekitar juga dilibatkan dalam pengembangan kawasan, termasuk melalui penyediaan sarana pembelajaran di pos-pos pantau untuk meningkatkan kesadaran mengenai perlindungan habitat dan populasi gajah sumatra.

Seluruh tahapan pembangunan TNWK akan dievaluasi secara berkala untuk menjaga keseimbangan antara konservasi, keselamatan, edukasi, pariwisata, dan pemberdayaan masyarakat.

Tokoh masyarakat sekaligus budayawan Lampung Ansori Djausal mengatakan pengembangan Way Kambas memiliki nilai strategis dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara rujukan konservasi satwa dunia.

"Way Kambas yang sekarang telah menjadi kawasan konservasi yang penting dengan Pusat Konservasi Badak. Konservasi gajah pertama di Indonesia tidak lepas dari keberhasilan mengubah kawasan bekas HPH menjadi kawasan konservasi sebagai Taman Nasional awal 1980-an," ujar dia.

Ansori menilai pengembangan kawasan harus tetap menempatkan konservasi sebagai prioritas sekaligus membuka peluang bagi pariwisata dan pengenalan budaya Lampung kepada masyarakat internasional.

"Perlu mendukung upaya konservasi, terlebih menjadi percontohan dunia yang berada di Indonesia dalam pengembangan dan pelestarian satwa seperti gajah Sumatra," ujarnya.

Penulis :
Gerry Eka