HOME  ⁄  Nasional

BNPB Aktifkan Media Center Gempa NTT untuk Cegah Disinformasi dan Perbarui Data Setiap Hari

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

BNPB Aktifkan Media Center Gempa NTT untuk Cegah Disinformasi dan Perbarui Data Setiap Hari
Foto: Sejumlah warga terdampak bencana gempa beristirahat di tenda pengungsian di Stadion Gelora Samador Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026).

Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengaktifkan Media Center resmi untuk menyampaikan pembaruan data penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) secara transparan dan terintegrasi sekaligus mencegah penyebaran disinformasi di tengah masyarakat.

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan Media Center akan menyampaikan informasi terkini secara berkala selama penanganan bencana berlangsung.

"Mulai hari ini setiap sore jam 17.00 WITA, Media Center mulai beroperasi memberikan informasi day-to-day. Apa yang sering terjadi terkait simpang siur informasi di lapangan bisa kita minimalkan dengan memberikan informasi resmi setiap sore," kata Suharyanto.

Kecepatan dan ketepatan penyampaian informasi menjadi salah satu prioritas dalam rapat koordinasi bersama kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah di Kantor Bupati Manggarai Barat, NTT.

BNPB Buka Posko di Labuan Bajo dan Maumere

BNPB berharap Media Center menjadi rujukan bagi masyarakat dan insan pers untuk mendapatkan data akurat, terverifikasi, dan dapat dipertanggungjawabkan selama masa tanggap darurat.

Suharyanto juga akan memimpin langsung Posko Utama Pendampingan Nasional di Labuan Bajo dan Posko Taktis di Maumere.

Pembagian dua wilayah operasi tersebut dilakukan agar penanganan dapat menjangkau kabupaten terdampak di Flores bagian barat dan timur secara cepat dan merata.

"Kami membentuk Posko Nasional Pendampingan Provinsi yang pertama pusatnya di sini, di Labuan Bajo. Kemudian karena luas wilayah, kami juga membuka posko di Maumere untuk melayani Sikka, Nagekeo, dan Ngada," paparnya.

Gempa NTT Picu Pengungsian dan Kerusakan

Gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang Nagekeo, NTT, pada Sabtu, 15 Agustus 2026, dan memicu dampak serius di sejumlah wilayah.

Berdasarkan informasi yang disampaikan, bencana tersebut memaksa lebih dari 5.000 orang mengungsi, menyebabkan 47 korban jiwa, serta mengakibatkan kerusakan bangunan secara masif.

Pengoperasian Media Center dan pembentukan dua posko tersebut menjadi bagian dari upaya BNPB mengintegrasikan penanganan bencana sekaligus memastikan masyarakat memperoleh informasi resmi selama masa tanggap darurat.

Penulis :
Gerry Eka