
Pantau - Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai meminta pemerintah memastikan seluruh warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) memperoleh bantuan kebutuhan dasar dan pelayanan kesehatan secara merata.
Yorrys menegaskan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana yang menyebabkan puluhan korban meninggal dunia dan ribuan warga mengungsi tersebut.
"Yang paling utama saat ini adalah keselamatan masyarakat. Setiap perkembangan harus dipantau dan dilaporkan secara berkala sehingga keputusan yang diambil pemerintah benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan," kata Yorrys dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu, 16 Agustus 2026.
Ia meminta pemerintah memastikan masyarakat terdampak mendapatkan layanan kesehatan, makanan, air bersih, tempat pengungsian, serta perlindungan bagi kelompok rentan.
Kelompok rentan yang membutuhkan perhatian antara lain anak-anak, perempuan, lanjut usia, dan penyandang disabilitas.
DPD RI Minta Informasi Resmi dan Pendataan Akurat
Selain bantuan darurat, Yorrys meminta pemerintah memastikan informasi mengenai penanganan gempa yang disampaikan kepada masyarakat akurat dan berasal dari sumber resmi.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kepanikan dan penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan setelah gempa.
"Masyarakat juga harus mengikuti setiap arahan dan informasi resmi terkait kondisi pascagempa," katanya.
Yorrys mengatakan penanganan bencana membutuhkan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BNPB, BMKG, TNI, Polri, tenaga kesehatan, relawan, dan unsur terkait lainnya.
Koordinasi tersebut diperlukan untuk mempercepat evakuasi, pencarian dan pertolongan korban, serta distribusi kebutuhan masyarakat terdampak.
Ia juga meminta pendataan korban dan kerusakan dilakukan secara cepat dan akurat sebagai dasar pemerintah menentukan langkah penanganan, penyaluran bantuan, dan pemulihan wilayah terdampak.
"Pimpinan DPD RI meminta seluruh Anggota DPD dari Dapil NTT untuk memberikan informasi terkini secara berkala terkait gempa di wilayah mereka. Kami ingin memastikan aspirasi dan kondisi masyarakat terdampak dapat diketahui dan menjadi perhatian pemerintah," katanya.
BNPB Catat 9.290 Warga Mengungsi
BNPB mengonfirmasi sebanyak 9.290 warga sementara masih bertahan di sejumlah titik pengungsian setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang NTT.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan data tersebut berdasarkan pemutakhiran hingga Minggu pukul 00.00 WIB.
Konsentrasi pengungsi terbesar tercatat di Kabupaten Sikka sebanyak 3.356 jiwa dan Kabupaten Manggarai sebanyak 2.078 jiwa.
Sebanyak 1.356 pengungsi di Kabupaten Sikka berada di GOR Samador, sedangkan 2.000 warga lainnya mengungsi secara mandiri di 10 titik.
DPD RI memastikan akan terus memantau perkembangan penanganan gempa melalui kantor perwakilan di daerah dan anggota DPD RI dari Daerah Pemilihan NTT.
- Penulis :
- Gerry Eka



