HOME  ⁄  Nasional

Gus Yahya Ajak Warga NU Teladani Pemikiran Mbah Wahab dalam Menghadapi Perubahan Dunia

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Gus Yahya Ajak Warga NU Teladani Pemikiran Mbah Wahab dalam Menghadapi Perubahan Dunia
Foto: Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Yahya Cholil Staquf (tengah) saat di Jombang, Jawa Timur.

Pantau - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menekankan pentingnya meneladani pemikiran K.H. Abdul Wahab Chasbullah atau Mbah Wahab dalam menghadapi perubahan dunia dan menentukan arah perjuangan Nahdlatul Ulama (NU).

Gus Yahya menyampaikan pandangan tersebut saat menghadiri bedah buku tentang pemikiran dan biografi K.H. Abdul Wahab Chasbullah di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

"Mbah Wahab itu melihat dunia berubah. Dan kemudian beliau berpikir ulama dan umat Islam ini di tengah dunia yang berubah ini harus melakukan apa? Bukan hanya soal harus mempertahankan apa, tapi apa yang harus diperjuangkan ke depan," kata Gus Yahya dalam keterangan yang diterima di Jombang, Minggu (16/8/2026).

Menurut Gus Yahya, pemikiran Mbah Wahab tidak hanya berorientasi mempertahankan warisan masa lalu, tetapi juga menentukan hal-hal yang perlu diperjuangkan untuk masa depan.

Muktamar Ke-35 NU Digelar di Tambakberas

Gus Yahya mengatakan semangat pemikiran Mbah Wahab harus menjiwai pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas pada 27–31 Agustus 2026.

Menurut dia, muktamar tersebut menjadi momentum istimewa karena digelar pada tahun ke-100 NU dalam penanggalan Masehi dan berlangsung di lingkungan pesantren tempat Mbah Wahab dimakamkan.

"Saya kira muktamirin dan warga NU yang berpartisipasi di dalam muktamar ini harus ingat, ini adalah muktamar di pesantren pendiri dan Mbah Wahab ada di sini, makam beliau ada di tengah-tengah pesantren ini. Jangan sampai siapa pun yang menginjakkan kaki di atas bumi Tambakberas ini lupa kepada Mbah Wahab," ujarnya.

Pembukaan Muktamar Ke-35 NU sesuai jadwal akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.

Gus Yahya Tegaskan Muktamar Berpedoman pada AD/ART

Terkait gagasan mekanisme pemilihan kepemimpinan PBNU melalui ahwa maupun konsep lainnya, Gus Yahya menyatakan seluruh gagasan dapat didiskusikan selama ditujukan untuk kemaslahatan jamiyah NU.

"Terserap apa pun gagasan yang diajukan, itu tidak masalah sepanjang niatnya sungguh-sungguh untuk kemaslahatan NU. Kita bisa mendiskusikan apa saja asal niatnya adalah untuk kemaslahatan jamiyah, bukan untuk kepentingan-kepentingan jangka pendek tapi untuk kemaslahatan jamiyah NU," katanya.

Gus Yahya menegaskan Muktamar Ke-35 NU akan dilaksanakan berdasarkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) yang berlaku saat ini.

Apabila Muktamar Ke-35 memutuskan perubahan AD/ART, menurut dia, perubahan tersebut baru menjadi dasar pelaksanaan pada Muktamar Ke-36 NU.

"Yang ada itu yang menjadi dasar. Kalau nanti di dalam muktamar ini ada keputusan untuk membuat perubahan-perubahan di dalam AD/ART, maka itu akan berlaku pada muktamar yang akan datang, Muktamar Ke-36," ujarnya.

Penulis :
Gerry Eka