
Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyiapkan berbagai hasil riset dan teknologi untuk mendukung pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Giant Sea Wall (GSW) di sepanjang Pantai Utara Pulau Jawa.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan sejumlah inovasi telah dipatenkan, termasuk Blok Modular Beton untuk Struktur Tanggul Laut dengan paten granted IDP000100639 dan Tanggul Tegak Modular Multifungsi dengan paten terdaftar P00202510393.
"Sistem ini diperkuat dengan lini Armor Units pelindung breakwater yang kami kembangkan secara berkesinambungan, mulai dari BPPTLock (2012), BRINLock untuk breakwater head (2022), hingga iterasi terbaru BRINPod (2025) yang dirancang khusus untuk fungsi toe antiscouring (penahan gerusan di dasar struktur)," kata Arif di Jakarta, Minggu (16/8/2026).
BRIN Kembangkan Tanggul Multifungsi
Arif menjelaskan teknologi Armor Units BRIN menggunakan beton tanpa tulangan yang disusun dalam lapisan tunggal secara teratur dan saling mengunci atau interlocking.
Desain modular tersebut juga membuat proses penanganan di lapangan lebih mudah dan efisien serta dapat diterapkan pada berbagai bentuk struktur pelindung pantai.
BRIN turut mengembangkan infrastruktur lepas pantai yang tidak hanya berfungsi sebagai tanggul, tetapi juga dapat memanfaatkan energi gelombang melalui teknologi Oscillating Water Column yang terintegrasi dengan tanggul tegak.
Bagian atas tanggul tersebut juga dapat dikembangkan sebagai koridor transportasi untuk jalan tol maupun kereta api.
"Dengan konsep modular, elemen struktur dapat difabrikasi di darat dan dipasang di laut sesuai kondisi lapangan tanpa harus mengandalkan bendungan urugan tanah (earth-fill dam) dalam skala masif," ujar Arif.
BRIN juga mengembangkan pendekatan Hybrid Eco-Engineering dengan memanfaatkan ECO-HEX BRICK, yakni pemecah ombak yang dibuat sepenuhnya dari limbah plastik.
Teknologi tersebut menggunakan alat peleleh plastik atau melter yang dikembangkan periset BRIN dan telah menjalani uji terap lapangan di kawasan pesisir Demak bersama mitra daerah.
"Dengan menggabungkan tanggul modular berstabilitas tinggi, integrasi platform arus laut, serta pemanfaatan limbah pesisir, BRIN memastikan Giant Sea Wall terbangun secara tangguh, efisien, dan berwawasan lingkungan," tutur Arif Satria.
Prabowo Bertekad Memulai Giant Sea Wall
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan pembangunan Giant Sea Wall di Pantai Utara Jawa akan dimulai pada masa pemerintahannya meski keseluruhan proyek diproyeksikan membutuhkan waktu 15 hingga 20 tahun.
Pembangunan proyek tersebut direncanakan terbagi menjadi 15 segmen yang membentang dari Provinsi Banten hingga Gresik, Jawa Timur.
Prabowo menilai waktu penyelesaian proyek dapat dipersingkat apabila pembangunan seluruh segmen dilakukan secara serentak.
"Proyek Giant Sea Wall ini akan butuh 15 hingga 20 tahun untuk kita selesaikan pembangunannya. Ini waktu yang lama. Saya tidak tahu Presiden ke berapa yang akan meresmikan. Tapi saya bertekad Presiden Kedelapan akan mulai proyek ini," ucap Presiden Prabowo saat menyampaikan pengantar pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya, Jumat (14/8/2026).
- Penulis :
- Gerry Eka



