HOME  ⁄  Nasional

Polisi Mengintensifkan Patroli di Permukiman Korban Gempa Flores untuk Cegah Pencurian dan Penjarahan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Polisi Mengintensifkan Patroli di Permukiman Korban Gempa Flores untuk Cegah Pencurian dan Penjarahan
Foto: (Sumber :Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko memberikan keterangan kepada wartawan di Kupang. ANTARA/Kornelis Kaha.)

Pantau - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur mengintensifkan patroli di rumah dan permukiman warga yang ditinggalkan akibat gempa di Pulau Flores untuk mencegah pencurian dan penjarahan selama masa tanggap darurat.

Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko mengatakan patroli dilakukan menyusul banyaknya warga yang mengungsi setelah gempa melanda sejumlah kabupaten di Pulau Flores.

Polisi Jaga Permukiman yang Ditinggalkan Warga

“Di tengah banyaknya warga yang mengungsi Polda NTT juga mengantisipasi potensi gangguan keamanan di permukiman yang ditinggalkan,” katanya di Kupang, Senin (17/8/2026).

Rudi mengatakan seluruh jajaran Polres telah diperintahkan meningkatkan patroli di kawasan permukiman kosong untuk memastikan rumah dan aset masyarakat tetap aman.

“Kita tidak ingin ada yang memanfaatkan bencana seperti ini dengan melakukan hal-hal yang justru merugikan korban gempa,” tambah dia.

Masyarakat juga diimbau tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum di tengah penanganan bencana gempa tersebut.

Ribuan Pengungsi Tersebar di Flores

Berdasarkan data BPBD yang disampaikan kepolisian, jumlah pengungsi tercatat mencapai 7.670 orang yang tersebar di tujuh kabupaten di Pulau Flores.

Polda NTT memberikan perhatian khusus kepada pengungsi mandiri yang masih bertahan di lokasi dengan fasilitas terbatas.

Kebutuhan dasar berupa makanan, air bersih, dan obat-obatan menjadi prioritas dalam proses distribusi bantuan kepada warga terdampak.

“Mabes Polri juga menyiapkan tenda, selimut dan kasur untuk membantu pengungsi mandiri yang belum memiliki tempat perlindungan yang layak,” tambah dia.

Penentuan lokasi pengungsian sementara maupun tempat yang dapat digunakan dalam jangka lebih panjang akan dikoordinasikan bersama BPBD dan pemerintah daerah.

Penulis :
Ahmad Yusuf