HOME  ⁄  Nasional

Baznas Kerahkan Tim Tanggap Bencana untuk Evakuasi Korban Gempa Nagekeo

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Baznas Kerahkan Tim Tanggap Bencana untuk Evakuasi Korban Gempa Nagekeo
Foto: Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid (sumber: Baznas RI)

Pantau - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memberangkatkan Tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) untuk membantu proses evakuasi dan penanganan korban gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid mengatakan Tim BTB difokuskan pada operasi pencarian dan pertolongan terhadap warga yang diduga masih terjebak di sejumlah bangunan setelah gempa mengguncang wilayah tersebut.

"Setelah dilakukan koordinasi dengan berbagai pihak, prioritas yang harus dilakukan saat ini yakni melakukan pencarian terhadap warga yang masih tertimbun reruntuhan dan disinyalir masih ada warga yang terjebak di beberapa bangunan," kata Sodik.

Baznas RI juga terus berkoordinasi dengan Baznas tingkat provinsi dan kabupaten/kota setempat serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperoleh informasi terbaru mengenai dampak gempa dan mengidentifikasi kebutuhan mendesak para penyintas.

Tim BTB Siapkan Tenda Pengungsian dan Dapur Umum

Tim BTB dari Jakarta telah diberangkatkan pada Minggu, 16 Agustus 2026, untuk bergabung dengan Tim BTB daerah dan satuan petugas lainnya yang berada di lokasi bencana.

"Pada Minggu (16/8) Tim BTB dari Jakarta sudah diberangkatkan untuk bergabung dengan Tim BTB daerah dan satuan petugas lainnya, selain membantu melakukan proses evakuasi, di samping itu Tim BTB juga akan mendirikan tenda pengungsian, dapur umum, dan melakukan pendistribusian kebutuhan pengungsian seperti terpal, alas tidur, dan hygiene kit," ujar Sodik.

Selain membantu evakuasi, Tim BTB akan mendirikan tenda pengungsian sebagai tempat tinggal sementara bagi masyarakat terdampak.

Tim tersebut juga akan mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para penyintas selama berada di lokasi pengungsian.

Baznas akan mendistribusikan berbagai kebutuhan pengungsian, termasuk terpal, alas tidur, dan perlengkapan kebersihan atau hygiene kit.

Layanan kesehatan juga akan disediakan bagi masyarakat terdampak sebagai bagian dari upaya memenuhi hak-hak dasar penyintas selama masa tanggap darurat.

Sodik menjelaskan respons kebencanaan Baznas akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan perkembangan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

"Baznas sangat berduka atas bencana gempa yang telah menimpa saudara-saudara kita di NTT. Kami mendoakan masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan melalui masa sulit ini. Baznas berkomitmen untuk terus membersamai masyarakat NTT melewati musibah ini hingga bisa kembali pulih," ucap Sodik.

Sinyal Belum Stabil, Koordinasi Penanganan Gempa Berlanjut

Tim BTB bersama jejaring Baznas dan para pemangku kepentingan akan terus memantau perkembangan situasi di daerah terdampak untuk memastikan bantuan dan layanan darurat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Baznas juga menyatakan siap mengirimkan bantuan lanjutan sesuai perkembangan situasi dan kebutuhan masyarakat terdampak di lapangan.

Kondisi sinyal komunikasi yang belum stabil menjadi salah satu tantangan dalam koordinasi penanganan bencana di wilayah terdampak.

Meski menghadapi kendala tersebut, Baznas memastikan koordinasi lanjutan tetap dilakukan untuk memetakan kebutuhan masyarakat secara tepat.

"Meskipun kondisi sinyal yang belum stabil, koordinasi lanjutan juga akan terus dilakukan untuk memetakan kebutuhan yang diperlukan agar tidak terjadi tumpang tindih," kata Sodik.

Pemetaan kebutuhan tersebut dilakukan agar penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak gempa di NTT tepat sasaran dan tidak terjadi tumpang tindih.

Penulis :
Arian Mesa