HOME  ⁄  Nasional

KBRI Beijing Peringati HUT Ke-81 RI, WNI Doakan Korban Gempa NTT

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

KBRI Beijing Peringati HUT Ke-81 RI, WNI Doakan Korban Gempa NTT
Foto: Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun menjadi inspektur upacara dalam upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan RI di halaman KBRI Beijing, China pada Senin (17/8) (sumber: ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Pantau - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang diikuti sekitar 200 Warga Negara Indonesia (WNI) di halaman KBRI Beijing, China, Senin, 17 Agustus 2026.

Upacara yang dimulai pukul 08.30 waktu setempat itu juga diisi dengan doa bagi para korban gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pagi.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun bertindak sebagai inspektur upacara, sedangkan Pembantu Umum Atase Pertahanan Mayor Infantri Agung Wardiansyah menjadi pemimpin upacara.

Ratusan WNI Ikuti Pengibaran Merah Putih

Upacara pengibaran bendera Merah Putih berlangsung sekitar 30 menit dengan pasukan pengibar bendera yang terdiri atas 10 mahasiswa dan mahasiswi Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Beijing.

Mereka adalah Aurelia Pavitta dan Erwin Atsyandy dari Peking University; George Christopher Daniel, Gracella Jasocelyne Chung, Jonathan Nathanael, Kenneth Cahyadi, Kezia Aurelia, Mikhael Bradevon W, dan Yohanes Raditya Pradjna Budi Nugroho dari Beijing Institute of Technology; serta Luc Satiwi dari Beijing Foreign Studies University.

Dalam upacara tersebut, Djauhari mengenakan beskap hitam, celana hitam, dan kopiah hitam yang dipadukan dengan kain tenun Tanimbar berwarna merah.

Peserta upacara mencakup pejabat dan staf KBRI Beijing, para diplomat, anggota Dharma Wanita, mahasiswa Indonesia di Beijing dan kota-kota sekitarnya, serta WNI yang datang dari sejumlah wilayah lain di China.

Sejumlah mahasiswa Indonesia dari Wuhan, Provinsi Hubei, turut hadir bersama pelajar asal Provinsi Papua Barat Daya yang sedang menempuh pendidikan di Jining Polytechnic, Provinsi Shandong.

Para pejabat KBRI yang hadir antara lain Wakil Duta Besar Irene, Wakil Kepala Perwakilan George Silalahi, Atase Pertahanan Laksamana Pertama TNI Sumartono, Atase Darat Kolonel Inf Wasisto Jatmiko Sentosa, Atase Udara Kolonel Pas Pratomo Sariadi Darwan, Atase Perdagangan Junita Syartika, Atase Imigrasi Herawan Sukoaji, dan Atase Pendidikan Puspita Lestari.

Anggota Dharma Wanita KBRI Beijing turut memeriahkan peringatan kemerdekaan dengan mengenakan beragam busana tradisional Indonesia, seperti beskap Jawa, baju adat Betawi, kebaya Lampung, kain tenun Palembang, ulos Batak, dan batik.

Dalam rangkaian upacara, penyelenggara secara khusus memanjatkan doa bagi para korban gempa bumi bermagnitudo 7,7 di NTT.

Lagu Perjuangan hingga Peluncuran Buku Meriahkan Perayaan

Seusai upacara, Djauhari, Wakil Kepala Perwakilan KBRI Beijing Parulian Silalahi, dan para peserta menyanyikan sejumlah lagu kebangsaan dan perjuangan, antara lain Bagimu Negeri, Tanah Air, Mars Bela Negara, Halo-halo Bandung, dan Hari Merdeka.

Lagu-lagu tersebut dibawakan Dharma Oratmangun, Irbayana Oratmangun, Chesylino, Rizky Teng, dan Wulan Sari bersama para pengisi acara Indonesia Fair 2026 yang sebelumnya berlangsung pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Rangkaian peringatan kemudian dilanjutkan dengan peluncuran buku "Indonesia-Tiongkok: Siapa Melakukan Apa?" yang diterbitkan Perhimpunan Persahabatan Indonesia Tiongkok (PPIT).

Acara juga diisi dengan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Suasana semakin meriah ketika peserta menyanyikan lagu daerah "Maumere", "Tabola Bale", dan "Cerlele" yang menceritakan keramahan masyarakat Tanimbar, Maluku.

Para peserta kemudian menikmati beragam makanan khas Indonesia, seperti rendang, tempe orek, sambal goreng ati, urap, kerupuk, dan martabak.

WNI Rasakan Suasana HUT RI yang Guyub di Beijing

Mario Simatupang, yang baru satu pekan tinggal di Beijing, mengaku mendapatkan pengalaman berbeda saat untuk pertama kalinya mengikuti upacara kemerdekaan Indonesia di Beijing.

"Ini baru pertama kali saya mengikuti upacara di Beijing dan kesannya memang peserta upacara lebih sedikit, tetapi suasananya jauh lebih semarak dan guyub, jadi bukan hanya rutinitas saja," kata Mario Simatupang.

Mario yang bekerja di salah satu lembaga di Beijing juga merasakan pengalaman berbeda karena dapat melihat secara langsung dan dari dekat anggota Paskibra saat bertugas menaikkan bendera Merah Putih.

"Dan juga melihat para petugas paskibra dari dekat itu beda dibanding melihat dari kejauhan di lapangan besar, jadi memang merasakan HUT RI di luar negeri itu jauh berbeda, ditambah juga makanannya enak banget," tambah Mario.

Peringatan HUT Ke-81 RI di Beijing merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang sebelumnya diawali dengan Indonesia Fair pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Program tahunan yang memadukan pertunjukan musik dan bazaar tersebut menjadi salah satu sarana KBRI Beijing untuk mempromosikan kebudayaan, pariwisata, serta berbagai produk Indonesia kepada masyarakat di China.

Penulis :
Shila Glorya