HOME  ⁄  Nasional

Hasan Nasbi Ajak Masyarakat Merdeka dari Penjajahan Algoritma dan Tak Terjebak Potongan Informasi

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Hasan Nasbi Ajak Masyarakat Merdeka dari Penjajahan Algoritma dan Tak Terjebak Potongan Informasi
Foto: Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Media Hasan Nasbi menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat 31/7/2026 (sumber: ANTARA/Fathur Rochman)

Pantau - Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Media Hasan Nasbi mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan dengan membebaskan pikiran dan emosi dari pengaruh algoritma di ruang digital.

Ajakan tersebut disampaikan Hasan setelah menghadiri Upacara Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026.

"Kita kayaknya harus belajar merdeka dari penjajahan algoritma ini," kata Hasan.

Menurut Hasan, masyarakat perlu membangun mekanisme dan kebiasaan yang lebih baik dalam mengonsumsi berbagai informasi di ruang digital agar pikiran serta emosi tidak mudah dipengaruhi atau diarahkan oleh algoritma media sosial.

Soroti Potongan Pidato Presiden Prabowo

Hasan mencontohkan ramainya pembahasan di media sosial mengenai potongan pidato Presiden Prabowo Subianto terkait pernyataan mengenai upah Rp700.000 untuk pekerjaan mengupas bawang.

Menurut Hasan, perhatian publik kemudian lebih banyak tertuju pada potongan pernyataan mengenai upah Rp700.000 tersebut dibandingkan keseluruhan substansi pidato Presiden.

"Kita pikirkan substansi dari pidato besar Presiden, ya," ungkap Hasan.

Hasan mengingatkan masyarakat agar melihat pidato maupun informasi secara menyeluruh berdasarkan konteks yang utuh dan tidak hanya terpaku pada satu atau dua kalimat yang dipotong kemudian disebarluaskan melalui media sosial.

Potongan informasi yang beredar di media sosial dinilai dapat membuat perhatian publik terpusat pada bagian tertentu sehingga substansi yang lebih luas justru terabaikan.

Karena itu, Hasan mendorong masyarakat mendalami substansi dan gagasan dari informasi yang diterima sebelum mengambil kesimpulan serta tidak mudah terpengaruh narasi yang berkembang hanya berdasarkan potongan konten di ruang digital.

Dalam pandangan Hasan, kemampuan mengendalikan cara mengonsumsi informasi menjadi bagian dari upaya masyarakat untuk merdeka dari pengaruh algoritma.

Pemerintah Kerahkan Bantuan untuk Gempa NTT

Selain membahas pengaruh algoritma di ruang digital, Hasan turut menyinggung penanganan gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hasan menyampaikan Presiden Prabowo telah memberikan instruksi kepada jajaran pemerintah untuk turun langsung ke wilayah terdampak gempa dan mengerahkan bantuan kepada masyarakat sejak tahap awal penanganan bencana.

"Hari ini mungkin beberapa menteri masih 'standby' di sana," kata Hasan.

Hasan menyebut sejumlah pejabat pemerintah berada di wilayah terdampak untuk mendukung proses penanganan bencana, yakni Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, serta Wakil Menteri Sosial.

Keberadaan jajaran pemerintah di wilayah terdampak ditujukan untuk mendukung penanganan tanggap darurat sekaligus proses pemulihan setelah gempa di NTT.

Penulis :
Leon Weldrick