
Pantau - PT Pertamina Patra Niaga mempercepat pemulihan suplai bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa bumi melanda wilayah tersebut untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan penanganan dilakukan mulai dari pemulihan sarana dan fasilitas energi hingga penguatan distribusi dan penerapan skema alih suplai.
"Pertamina terus bergerak melakukan penanganan dampak gempa bumi yang melanda wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), sekaligus memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi. Upaya dilakukan melalui pemulihan sarana dan fasilitas energi, penguatan distribusi, hingga skema alih suplai," ungkap Ahad.
Enam Fuel Terminal Beroperasi, 48 SPBU Kembali Layani Masyarakat
Sebanyak enam Fuel Terminal (FT) telah beroperasi dan terus menjalankan suplai serta distribusi energi untuk wilayah terdampak gempa.
Sementara itu, tiga FT lainnya masih dalam tahap persiapan penyaluran dengan pengoperasian dan distribusi menunggu akses jalan yang terdampak longsor kembali normal.
Pemulihan lembaga penyalur BBM juga menunjukkan perkembangan dengan 48 dari total 52 SPBU di wilayah Flores telah beroperasi.
Jumlah tersebut bertambah setelah 13 SPBU kembali beroperasi selama proses pemulihan pascagempa.
Empat SPBU lainnya masih menjalani proses pemulihan secara bertahap.
Proses pemulihan empat SPBU tersebut dipengaruhi kondisi sejumlah mitra dan tenaga operasional yang masih berfokus pada proses evakuasi dan pemulihan.
Sejumlah lokasi SPBU juga masih menghadapi gangguan listrik dan jaringan komunikasi serta kerusakan sarana akibat gempa.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan distribusi energi tetap berjalan dengan memanfaatkan berbagai alternatif penyaluran.
Salah satu langkah yang disiapkan Pertamina adalah skema alih suplai dari FT Labuan Bajo, FT Bima, FT Ende, dan FT Maumere.
Pertamina juga memanfaatkan moda transportasi laut untuk memperkuat pasokan energi menuju wilayah yang akses daratnya masih terdampak.
"Keselamatan masyarakat, pekerja, dan keandalan penyaluran energi menjadi prioritas kami. Karena itu, pemulihan dilakukan secara bertahap dengan memastikan setiap fasilitas yang akan dioperasikan telah melalui pengecekan dan memenuhi aspek keselamatan," kata Kitty.
Lima Agen LPG Tetap Beroperasi, Stok Masih Tersedia
Pada sektor LPG, sebanyak lima agen LPG di wilayah Flores masih beroperasi dalam kondisi aman.
Stok LPG secara umum juga masih tersedia pada tingkat agen maupun outlet di wilayah Flores.
Berdasarkan pembaruan kondisi pada 16 Agustus 2026 pukul 10.19 WITA, sebanyak 20 tabung LPG telah tiba di Maumere.
Pertamina terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPH Migas, instansi terkait, mitra lembaga penyalur, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat pemulihan distribusi energi.
Pertamina mengimbau masyarakat tetap tenang serta menggunakan BBM dan LPG secara bijak sesuai kebutuhan.
Masyarakat juga diminta mengikuti informasi resmi mengenai kondisi penyaluran energi melalui Pertamina Contact Center 135.
Pertamina mengingatkan masyarakat agar tidak terpengaruh informasi mengenai kondisi maupun distribusi energi yang belum terverifikasi.
- Penulis :
- Shila Glorya



