
Pantau - Basarnas mengerahkan helikopter untuk mengevakuasi tiga warga yang mengalami luka akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026).
Tiga korban tersebut membutuhkan penanganan medis darurat sehingga dievakuasi melalui jalur udara menggunakan helikopter Dauphin AS 365 N3+ HR-3604 yang disiagakan di Bandara Komodo, Labuan Bajo.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan salah satu korban yang dievakuasi merupakan anak perempuan berusia lima tahun.
"Tim SAR gabungan langsung mengevakuasi tiga korban, salah satunya seorang anak perempuan berusia lima tahun. Ketiganya mengalami fraktur atau patah tulang dan dislokasi tulang akibat guncangan gempa," kata Syafii.
Helikopter Terbangkan Korban ke Labuan Bajo
Helikopter Basarnas mendarat di Posko Utama Satar Kampas pada pukul 10.28 WITA untuk menjemput ketiga korban.
Helikopter kemudian menerbangkan para korban menuju Labuan Bajo dan mendarat di Bandara Komodo pada pukul 11.00 WITA.
Ketiga penyintas merupakan warga Desa Haju Wangi dan Desa Satar Padut di Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.
Setibanya di Bandara Komodo, ketiga korban langsung dibawa menuju rumah sakit rujukan untuk mendapatkan perawatan medis intensif dari tim dokter.
Personel SAR Disiagakan di Wilayah Terdampak
Syafii menginstruksikan seluruh personel SAR gabungan dan potensi SAR tetap siaga penuh untuk merespons laporan masyarakat di wilayah terdampak gempa.
Kesiapsiagaan terutama ditujukan untuk warga yang membutuhkan evakuasi medis darurat di Manggarai Timur, Manggarai, dan Nagekeo.
Basarnas bersama unsur SAR gabungan terus melakukan penanganan terhadap korban gempa yang membutuhkan pertolongan dan evakuasi dari daerah terdampak.
- Penulis :
- Aditya Yohan



