
Pantau - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memprioritaskan keselamatan seluruh sivitas akademika sekaligus memantau kondisi perguruan tinggi di Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026).
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan keselamatan manusia menjadi prioritas sebelum memastikan kegiatan pendidikan dapat kembali berjalan dengan penyesuaian sesuai kondisi di wilayah terdampak.
"Dalam situasi bencana seperti ini, yang pertama harus kita pastikan adalah keselamatan sivitas akademika. Setelah itu, kita bersama-sama memastikan proses pendidikan tetap dapat berjalan dengan penyesuaian yang diperlukan." kata Brian di Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Brian turut menyampaikan keprihatinan dan duka atas bencana tersebut serta memberikan perhatian terhadap kondisi sivitas akademika di perguruan tinggi terdampak.
"Perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pembelajaran, tetapi juga bagian dari ekosistem masyarakat." ujarnya.
Kemdiktisaintek Pantau Kondisi Kampus Terdampak
Kemdiktisaintek terus berkoordinasi dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XV, pemerintah daerah, dan pihak terkait untuk memantau kondisi sivitas akademika serta fasilitas perguruan tinggi.
Kepala LLDikti Wilayah XV Adrianus Amheka menyatakan surat telah disampaikan kepada seluruh pimpinan perguruan tinggi swasta (PTS) dan badan penyelenggara agar segera melakukan konsolidasi sivitas akademika serta aktif memantau situasi.
Berdasarkan laporan yang diterima LLDikti Wilayah XV hingga 16 Agustus 2026, sejumlah PTS telah menyampaikan kondisi awal fasilitas kampus setelah gempa.
Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa (Stiper Bajawa) melaporkan kerusakan ringan.
Politeknik ElBajo Commodus melaporkan kerusakan pada bagian plafon ruang belajar-mengajar di dalam gedung kampus.
Pemerintah Percepat Penanganan Pascagempa
Pemerintah Indonesia juga menegaskan komitmen mempercepat penanganan darurat dan pemulihan setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang kawasan Flores.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno mengatakan keberadaan jajaran menteri dan pimpinan lembaga di NTT sejak hari pertama merupakan bentuk komitmen pemerintah mendampingi masyarakat terdampak.
"Sejak hari pertama kejadian kita sudah berada di NTT untuk meninjau lapangan dan membahas percepatan pemulihan." ucap Pratikno.
Kemdiktisaintek memastikan pemantauan kondisi perguruan tinggi terus dilakukan dengan menempatkan keselamatan sivitas akademika sebagai prioritas dalam penanganan dampak bencana.
- Penulis :
- Aditya Yohan



