
Pantau - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Marsudi Syuhud menyampaikan duka cita mendalam atas gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) sekaligus mengajak umat Islam dan seluruh masyarakat Indonesia membantu para penyintas.
Marsudi menyampaikan pernyataan tersebut secara tertulis di Jakarta pada Selasa (18/8/2026).
"Innalillahi wa innailaihi raji'un. Atas nama keluarga besar Majelis Ulama Indonesia, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah gempa bumi yang menimpa saudara-saudara kita di NTT. Semoga korban yang meninggal dunia diterima seluruh amal ibadahnya dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah Subhanahu Wa Ta'ala (SWT), serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan," ujar KH Marsudi Syuhud.
MUI Serukan Solidaritas untuk Korban Gempa
Marsudi menyerukan seluruh elemen bangsa bergerak bersama mengulurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak gempa.
"Musibah ini adalah duka kita bersama. Kami mengimbau kepada umat Islam dan seluruh masyarakat Indonesia untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan. Mari kita salurkan kepedulian, baik dalam bentuk doa maupun bantuan materiil untuk meringankan beban saudara-saudara kita di NTT. Kepada jajaran pemerintah dan lembaga penanggulangan bencana, kami berharap penanganan darurat serta distribusi bantuan dapat berjalan cepat dan merata," ucapnya.
MUI juga mengimbau masyarakat terus memantau informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi gempa susulan serta tetap tenang dan waspada.
Tim Gabungan Lanjutkan Evakuasi dan Distribusi Bantuan
Berdasarkan laporan sementara tim penanggulangan bencana di lapangan, sejumlah warga dilaporkan mengalami luka-luka dan ratusan lainnya harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Tim SAR gabungan bersama TNI, Polri, dan relawan terus melakukan evakuasi serta mendistribusikan bantuan logistik darurat ke berbagai titik terdampak.
Penanganan korban dan pemenuhan kebutuhan para penyintas menjadi bagian dari upaya tanggap darurat yang masih berlangsung setelah gempa mengguncang NTT.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



