HOME  ⁄  Nasional

Perguruan Tinggi Bergerak Bantu Korban Gempa NTT, Tim Medis hingga Relawan Mahasiswa Dikerahkan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Perguruan Tinggi Bergerak Bantu Korban Gempa NTT, Tim Medis hingga Relawan Mahasiswa Dikerahkan
Foto: (Sumber :Sejumlah anak korban gempa bumi mengantre untuk mengikuti lomba memeriahkan HUT ke-81 RI di lokasi pengungsian Gelora Samador Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Senin (17/8/2026). Selain dalam rangka memeriahkan peringatan kemerdekaan RI, lomba-lomba tersebut sekaligus menjadi penghibur bagi anak-anak yang mengalami trauma akibat bencana alam gempa bumi yang melanda tempat tinggal mereka pada Sabtu (15/8/2026) pagi. ANTARA FOTO/Mega Tokan/YU.)

Pantau - Sejumlah perguruan tinggi bergerak membantu masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan membuka posko, mengerahkan relawan mahasiswa, serta mengirim tenaga medis dan bantuan kebutuhan dasar.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan sejumlah posko perguruan tinggi telah aktif dalam penanganan dampak bencana.

Posko tersebut antara lain berada di Universitas Nusa Nipa, Universitas Muhammadiyah Maumere, STIPER Bajawa, dan Universitas Nusa Cendana.

"Relawan mahasiswa yang berada di wilayah tidak terdampak juga turut mengambil bagian dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat," katanya.

Tim Medis dan Relawan Dikerahkan ke Wilayah Terdampak

Universitas Mataram telah mengirim tim tanggap darurat bersama Pemerintah Daerah NTB yang terdiri atas tenaga medis, psikolog klinis, dan personel pendukung.

Tim tersebut juga membawa obat-obatan serta kebutuhan dasar untuk masyarakat terdampak gempa.

Tim medis dari Klinik Mu Ende dan Klinik Universitas Muhammadiyah Kupang juga telah berada di Mbay untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, tim Institut Teknologi Bandung Peduli NTT bersama Rumah Amal Salman telah tiba di Labuan Bajo dan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Manggarai Barat sebelum melanjutkan perjalanan menuju Ruteng.

Tim tersebut menargetkan penyaluran bantuan ke wilayah Reok yang turut terdampak gempa.

"Kemdiktisaintek mengapresiasi respons perguruan tinggi yang bergerak tidak hanya untuk memastikan keselamatan sivitas akademika, tetapi juga mengambil bagian dalam membantu masyarakat di wilayah terdampak," ujar Brian.

Menurut Brian, sejumlah akses menuju daerah terdampak masih sulit dijangkau sehingga koordinasi dan penyaluran bantuan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan.

Puluhan Mahasiswa KKN Dievakuasi ke Tempat Aman

Kemdiktisaintek juga memberikan perhatian terhadap mahasiswa yang sedang menjalankan kegiatan akademik di kawasan terdampak bencana.

Sebanyak 61 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang berada di Kabupaten Manggarai Barat dan Manggarai Timur dilaporkan selamat.

Para mahasiswa tersebut telah dievakuasi bersama warga menuju wilayah yang lebih aman.

Perhatian serupa diberikan kepada mahasiswa peserta KKN Tematik GENTASKIN Tahun 2026.

"Prioritas kami saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh sivitas akademika dan menjaga agar penanganan berlangsung cepat serta terkoordinasi," ucap Mendiktisaintek Brian menegaskan.

Pemerintah Indonesia juga menyatakan akan mempercepat penanganan darurat dan pemulihan setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang kawasan Flores.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno mengatakan jajaran pemerintah telah berada di NTT sejak hari pertama bencana untuk mendampingi masyarakat terdampak.

"Sejak hari pertama kejadian kita sudah berada di NTT untuk meninjau lapangan dan membahas percepatan pemulihan," ucap Menko PMK.

Penulis :
Ahmad Yusuf