HOME  ⁄  Nasional

Kemenpar Menutup Sementara Sejumlah Destinasi Wisata NTT Pascagempa Magnitudo 7,7

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kemenpar Menutup Sementara Sejumlah Destinasi Wisata NTT Pascagempa Magnitudo 7,7
Foto: (Sumber :Arsip - Desa Wae Rebo, Manggarai, Nusa Tenggara Timur. ANTARA/HO-Kemenparekraf/am..)

Pantau - Kementerian Pariwisata masih menutup sementara sejumlah destinasi wisata di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai langkah kehati-hatian demi keselamatan wisatawan setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8/2026).

Destinasi yang masih ditutup meliputi Wae Rebo dan Ruteng Pu'u di Manggarai, Taman Nasional Kelimutu di Ende akibat longsoran dinding kawah, Taman Wisata Alam Laut Gugus Pulau Teluk Maumere di Sikka, serta sejumlah kawasan wisata di Ngada dan Nagekeo.

Kementerian Pariwisata melalui Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) melakukan verifikasi lapangan secara berkala terhadap hotel, restoran, dan destinasi wisata untuk memastikan kondisi terkini.

BPOLBF juga mengoperasikan hotline informasi pariwisata di nomor 0811-3879-4555 untuk memberikan informasi mengenai kondisi destinasi, aksesibilitas, dan akomodasi kepada wisatawan serta pelaku usaha.

Penerbangan dan Hotel Terdampak Gempa

Sektor penerbangan mengalami penyesuaian dengan seluruh penerbangan di Bandara Ende dibatalkan hingga 20 Agustus 2026, sedangkan penerbangan Wings Air di Bandara Frans Sales Lega Ruteng dibatalkan hingga 22 Agustus 2026.

Bandara Komodo Labuan Bajo, Bandara Frans Seda Maumere, dan Bandara Gewayantana Larantuka tetap beroperasi dengan sejumlah penyesuaian jadwal penerbangan.

Mayoritas hotel besar di Manggarai Barat, antara lain Ayana, Crowne Plaza, Sudamala, Ta'aktana Marriott, dan Meruorah, dilaporkan dalam kondisi aman dengan kerusakan ringan.

Hotel Jayakarta mengalami kerusakan struktural berat sehingga ditutup sementara dan seluruh tamunya telah dievakuasi serta mendapat penanganan dari pihak hotel.

Wisata Labuan Bajo dan Komodo Berangsur Normal

Sejumlah destinasi utama di Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo telah berangsur normal, termasuk Pelabuhan Marina Labuan Bajo yang kembali beroperasi dan akses pelayaran menuju Taman Nasional Komodo yang telah dibuka.

Aktivitas wisata di Pulau Padar, Loh Liang di Pulau Komodo, Loh Buaya di Pulau Rinca, dan Gili Lawa juga kembali berjalan normal dengan jumlah kunjungan lebih dari 2.000 wisatawan per hari pada 17 Agustus 2026.

Pulau Kelor dan Kampung Adat Todo di Manggarai tetap beroperasi dan ramai dikunjungi, sementara destinasi Batu Cermin telah kembali dibuka sejak 16 Agustus 2026.

Kementerian Pariwisata terus mendata dan memverifikasi kerusakan akomodasi, daya tarik wisata, serta fasilitas pendukung pariwisata di seluruh kabupaten terdampak.

Pemerintah juga mengimbau wisatawan yang akan bepergian ke Flores untuk mengutamakan keselamatan, mengikuti informasi dari sumber resmi, dan menghubungi hotline BPOLBF sebelum keberangkatan karena gempa susulan masih berlangsung.

Gempa magnitudo 7,7 sebelumnya mengguncang NTT pada Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58 WITA dengan pusat gempa sekitar 30 kilometer dari Mbay, Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer.

Berdasarkan data BPBD NTT per 18 Agustus 2026 pukul 09.00 WITA, sebanyak 69 orang meninggal dunia, 331 orang luka-luka, dan 34.689 warga mengungsi akibat bencana tersebut.

Penulis :
Aditya Yohan