
Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menginisiasi Gerakan Irigasi Bersih secara serentak di seluruh Indonesia untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian sekaligus mendukung produktivitas dan ketahanan pangan nasional.
Gerakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keberlanjutan infrastruktur irigasi agar pasokan air kepada petani tetap terjamin, termasuk saat menghadapi musim kemarau panjang, fenomena El Nino, dan perubahan iklim.
Menteri PU Dody menilai penguatan infrastruktur irigasi menjadi salah satu fondasi utama untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.
"Kehadiran infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim kemarau atau perubahan iklim," kata Dody.
Gerakan Digelar di 38 BBWS dan BWS
Gerakan Irigasi Bersih dilaksanakan melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU dengan melibatkan 38 Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Balai Wilayah Sungai (BWS) yang tersebar di seluruh Indonesia.
Direktur Jenderal Sumber Daya Air Arnold A.P. Ritiauw mengatakan irigasi yang terpelihara dapat membantu menjaga kelancaran aliran air menuju lahan pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
"Kebersihan irigasi ini sangat perlu buat kita. Tujuannya untuk menjamin kualitas air baku bagi masyarakat, air irigasi pertanian, mencegah masuknya zat beracun, serta mencegah terjadinya banjir saat turun hujan," kata Arnold.
Pembersihan saluran irigasi tidak hanya ditujukan untuk menjaga pasokan air pertanian, tetapi juga mempertahankan kualitas air baku, mencegah masuknya zat beracun, serta mengurangi risiko banjir ketika hujan turun.
Selain menjaga kebersihan saluran, gerakan tersebut mendorong pemanfaatan air irigasi secara hemat dan efisien.
Saluran Irigasi di Grobogan Dibersihkan
Salah satu pelaksanaan Gerakan Irigasi Bersih berlangsung di Saluran Sekunder Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
BBWS Pemali Juana melakukan pembersihan dengan mengangkat sampah, gulma, serta sedimen yang berpotensi mengganggu fungsi saluran irigasi.
Sistem irigasi tersebut diharapkan mampu melayani sekitar 18.740 hektare lahan pertanian sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.
Gotong Royong Bersihkan Irigasi di Maluku
Gerakan serupa dilaksanakan BWS Maluku di Daerah Irigasi (D.I) Geren–Meten, Desa Waegeren, Kecamatan Lolongguba, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku.
Total saluran irigasi tersier yang dibersihkan di Daerah Irigasi Geren–Meten mencapai panjang 1.020 meter.
Secara keseluruhan, saluran Daerah Irigasi Geren–Meten memiliki panjang sekitar 4,5 kilometer dan mampu memberikan layanan air bagi sekitar 400 hektare lahan sawah.
Pembersihan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan 98 peserta dari pemerintah daerah, TNI-Polri, akademisi, serta Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A)/Gapoktan dari Desa Waegeren dan Desa Wanareja.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya bersama menjaga kebersihan dan keberlanjutan fungsi jaringan irigasi untuk kebutuhan pertanian.
Dukung Sasaran Utama PU 608
Gerakan Irigasi Bersih juga sejalan dengan Sasaran Utama PU 608 yang menjadi arah pembangunan infrastruktur dengan orientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat.
Sasaran tersebut mencakup penyediaan kebutuhan dasar, peningkatan kualitas hidup masyarakat, peningkatan produktivitas, hingga penciptaan pertumbuhan ekonomi.
Melalui Gerakan Irigasi Bersih, Kementerian PU berupaya memastikan infrastruktur irigasi tetap berfungsi optimal sehingga pasokan air pertanian terjaga dan pencapaian swasembada pangan nasional dapat didukung.
- Penulis :
- Arian Mesa



