
Pantau - Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, membentuk Satuan Tugas Percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mengawal pelaksanaan program nasional tersebut agar berjalan optimal, terintegrasi, dan tepat sasaran bagi penerima manfaat.
Sekretaris Daerah Kolaka Utara Muhammad Idrus mengatakan pembentukan Satgas Percepatan MBG menjadi pijakan penting untuk menyinergikan seluruh instansi teknis dan pemangku kepentingan yang terlibat.
Menurut Idrus, koordinasi lintas sektor memegang peranan penting agar distribusi dan pengelolaan MBG di lapangan berlangsung secara terkoordinasi dan efektif.
"Program Makan Bergizi Gratis membutuhkan sinergi seluruh pihak tanpa terkecuali. Karena itu, koordinasi lintas sektor harus terus diperkuat agar seluruh rangkaian pelaksanaannya dapat berjalan secara terarah, transparan, dan tepat sasaran," tegas Muhammad Idrus.
Kualitas Pangan dan Distribusi Jadi Perhatian
Keberhasilan program MBG tidak hanya diukur berdasarkan ketersediaan stok makanan bagi masyarakat, tetapi juga ditentukan oleh kualitas bahan baku, keamanan pangan, kelancaran distribusi, validasi data penerima manfaat, dan pengawasan.
Pemerintah daerah harus memastikan bahan baku yang digunakan memiliki kualitas sesuai dengan kebutuhan pemenuhan gizi masyarakat.
Standar keamanan pangan juga menjadi perhatian agar makanan yang diberikan kepada penerima manfaat aman untuk dikonsumsi.
Kelancaran rantai distribusi turut menjadi aspek penting karena program MBG harus mampu menjangkau penerima manfaat hingga ke pelosok desa.
Validasi data diperlukan untuk memastikan makanan bergizi diberikan kepada kelompok yang menjadi sasaran program.
Pengawasan secara berkala di setiap tingkatan juga diperlukan untuk memastikan seluruh tahapan program berjalan sesuai ketentuan dan tujuan yang telah ditetapkan.
Satgas MBG Perkuat Fungsi Pengawasan
Muhammad Idrus menekankan program prioritas tersebut harus memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
"Yang paling utama adalah bagaimana program prioritas ini benar-benar memberikan dampak langsung dan manfaat nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan warga. Setiap unsur yang tergabung dalam Satgas harus menjalankan fungsi operasional dan fungsi pengawasannya dengan penuh tanggung jawab," kata Muhammad Idrus.
Setiap unsur dalam Satgas MBG dengan demikian memiliki tanggung jawab menjalankan fungsi operasional sekaligus pengawasan terhadap pelaksanaan program.
Pemkab Kolaka Utara mengandalkan sinergi antarperangkat daerah yang tergabung dalam Satgas MBG untuk mendukung keberhasilan program.
Pemerintah daerah optimistis sinergi tersebut dapat mendorong pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat secara lebih efisien dan berkelanjutan.
Anak-anak dan kelompok rentan menjadi kelompok penerima manfaat yang secara khusus diharapkan merasakan manfaat dari upaya pemenuhan gizi melalui program MBG.
- Penulis :
- Arian Mesa



