
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyerahkan puluhan kendaraan operasional untuk mendukung kegiatan Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) Balak di Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (20/8/2026).
Kendaraan operasional tersebut merupakan hibah dari Lembaga Clean Rivers asal Uni Emirat Arab (UEA) untuk mendukung pengelolaan sampah di TPS3R Balak.
Bantuan yang diberikan terdiri atas 21 unit sepeda motor roda tiga, 12 unit mobil pikap, dua unit truk armroll, dan lima kontainer armroll.
Penyerahan aset dilakukan Zulkifli Hasan secara simbolis kepada Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono di TPS3R Balak.
"Jadi, Banyuwangi ini merupakan salah satu kabupaten pengelolaan sampah yang terbaik, oleh karena itu banyak bantuan-bantuan untuk TPS3R di Banyuwangi, salah satunya dari Uni Emirat Arab (UEA)," kata Zulkifli Hasan.
Menurut Zulkifli Hasan, Banyuwangi merupakan salah satu kabupaten yang dinilai memiliki pengelolaan sampah terbaik sehingga mendapatkan berbagai bantuan untuk mendukung operasional TPS3R.
TPS3R Balak Mampu Olah 84 Ton Sampah per Hari
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menempatkan pengolahan sampah dengan konsep sirkular sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menangani persoalan sampah dengan metode yang lebih ramah lingkungan.
TPS3R Balak yang berada di Kecamatan Songgon dibangun di atas lahan seluas sekitar 1,5 hektare dengan kapasitas pengolahan sampah mencapai 84 ton per hari.
"Proses pengolahan sampah dilakukan secara modern dengan bantuan teknologi mulai dari proses pemilahan, pengolahan sampah organik dan nonorganik, hingga pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif atau RDF (bahan bakar pabrik)."
Sistem pengelolaan TPS3R Balak dirancang agar sampah rumah tangga dapat ditangani secara efektif sejak dari sumber hingga mencapai tahap pemrosesan akhir.
Penggunaan teknologi dalam proses pengolahan ditujukan untuk meminimalkan jumlah residu yang tersisa sekaligus mencegah timbulnya bau dari aktivitas pengolahan sampah.
Setiap hari, petugas sampah berkeliling ke kampung-kampung untuk mengambil sampah dari warga sebelum membawanya menuju fasilitas pengolahan.
TPS3R Balak melayani pengelolaan sampah masyarakat yang tersebar di 64 desa dalam 10 kecamatan.
Sampah Dipilah untuk Didaur Ulang hingga Menjadi RDF
Seluruh sampah yang tiba di TPS3R Balak terlebih dahulu menjalani proses pemilahan menggunakan mesin konveyor.
Sampah dipisahkan menjadi kategori organik dan nonorganik untuk selanjutnya menjalani proses pengolahan yang berbeda.
Sampah nonorganik yang masih mempunyai nilai ekonomi, seperti botol plastik, gelas plastik, kertas, dan dupleks, menjalani proses pengepresan.
Material yang telah dipres kemudian dikirim menuju pabrik daur ulang atau industri pengolahan agar dapat dimanfaatkan kembali.
Sampah nonorganik yang tidak memiliki nilai ekonomis, termasuk bungkus plastik tertentu, tidak langsung menjadi residu yang dibuang.
Material tersebut diolah menjadi refuse-derived fuel (RDF) yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif.
Sementara itu, sampah organik diolah menjadi kompos menggunakan metode windrow composting.
Proses pengolahan sampah organik juga menghasilkan lindi atau air yang berasal dari sampah organik.
Lindi tersebut ditangani menggunakan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sebelum dilepas sehingga tidak mencemari lingkungan.
Secara keseluruhan, TPS3R Balak menerapkan sistem pengelolaan terpadu mulai dari pengumpulan sampah masyarakat, pemilahan dengan mesin, daur ulang material bernilai ekonomi, pembuatan bahan bakar alternatif dari sampah nonorganik, pengomposan sampah organik, hingga pengolahan air limbah.
- Penulis :
- Shila Glorya



